Utang Garuda Menggunung, Gaji Direksi dan Komisaris Dipotong 50%

ADVERTISEMENT

Utang Garuda Menggunung, Gaji Direksi dan Komisaris Dipotong 50%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 05:40 WIB
Dirut Garuda Irfan Setiaputra
Dirut Garuda Irfan Setiaputra/Foto: Wirsad Hafiz/20detik

Kreditur Diharapkan Setuju

Dia bilang saat ini perusahaan akan berjuang dengan proposal penyelesaian utang dengan para kreditur dalam PKPU. Dia berharap kreditur menyetujui proposal penyelesaian utang yang ditawarkan oleh pihaknya.

"Kita akan fight (di PKPU). Semua kan nanti voting di PKPU, semua kreditur yang daftar di proses penyampaian proposal setuju apa nggak setuju. Kalau mayoritas setuju kita nggak akan pailit, kalau banyak yang nggak setuju ya kita pailit," ujar Irfan.

Irfan pun menyatakan tidak ada sama sekali niatan dari pemegang saham termasuk pemerintah untuk mempailitkan Garuda.

"Tidak ada niatan sama sekali dari pemegang saham untuk mempailitkan perusahaan ini, tidak ada sama sekali," ungkap Irfan.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan kemungkinan akan ada investor baru yang masuk ke dalam Garuda. Namun semuanya masih dalam pembicaraan, belum ada keputusan yang diambil soal masuknya investor baru.

"Akan selalu ada investor baru yang berminat kalau sudah begini. Tapi semua masih dalam pembicaraan," ujar Irfan.

Dia menjelaskan masalah investor baru akan ditentukan di tingkat pemegang saham. Menurutnya, manajemen tidak banyak ikut campur dalam keputusan soal investor baru.

"Kalau pun ada yang mau masuk tergantung pemegang saham sekarang mau nerima apa nggak? Itu diskusi di tatanan pemegang saham kami nggak ikut manajemen penentuannya," ungkap Irfan.

Dalam catatan detikcom, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa keuangan Garuda berada di level yang sangat buruk. Dia menjelaskan utang Garuda Indonesia totalnya mencapai US$ 9,75 miliar.

"Utang (Garuda) itu yang tercatat US$ 7 miliar plus utang daripada lessor yang tidak terbayar US$ 2 miliar lagi. Jadi totalnya US$ 9 miliar," ungkap Kartika dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, pertengahan November lalu.

Sementara itu menurutnya aset Garuda Indonesia saat ini hanya US$ 6,92 miliar. Jauh lebih rendah dibandingnya total kewajibannya itu.

Kondisi Garuda Indonesia semakin memprihatinkan. Sebab Ekuitas atau modal Garuda tercatat minus US$ 2,8 miliar atau setara Rp 39,7 miliar.


(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT