Kemenkop UKM Siapkan 5 Fondasi untuk Pemulihan Transformatif di 2022

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 22:26 WIB
Teten Masduki
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkap dalam dua tahun terakhir di tengah pandemi ini, pihaknya telah memiliki fondasi ekosistem usaha yang adaptif. Oleh karena itu, ia mengatakan di 2022, koperasi dan UMKM siap memasuki fase pemulihan transformatif (transformative recovery).

"Pemulihan yang tidak sekadar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi; tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang," kata Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2021, Teten menjabarkan ada lima fondasi yang telah disiapkan pihaknya untuk ekosistem usaha di Tanah Air. Pertama, fondasi kemudahan akses pembiayaan, yakni kepada pelaku usaha mikro dengan pemberian hibah (BPUM) kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp15,36 triliun pada 2021. Ia menyebutkan, di luar BPUM ada juga pembiayaan PNM yang tumbuh.

Teten mengatakan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga diberikan tambahan subsidi bunga KUR 3% dan telah disalurkan kepada 7,5 juta debitur dengan pembiayaan Rp278,38 triliun atau 97,81% dari target Rp285 triliun per 30 Desember 2021.

Sedangkan untuk pelaku koperasi, telah diberikan fasilitas pembiayaan bunga ringan (3% sliding) dengan realisasi sebesar Rp1,64 triliun atau 102,6% dari target Rp1,6 triliun (LPDB, per 26 Desember 2021).

Adapun fondasi kedua yang telah disiapkan adalah perluasan pasar dan digitalisasi. Ia mengatakan dalam kurun satu tahun, onboarding UMKM meningkat pesat dari sebelumnya 8 juta di awal 2020 menjadi 16,9 juta pada November 2021.

"Belanja pemerintah menjadi prioritas di tengah proses pemulihan pasar dalam dan luar negeri. Realisasi belanja pemerintah untuk UMKM telah mencapai Rp350 triliun atau 79,1% dari target Rp442,43 triliun," terangnya.

Lebih lanjut, Teten memaparkan fondasi ketiga, yaitu kemitraan. Menurutnya, pada 2021 ini telah dimulai kemitraan dengan 9 BUMN dan sejumlah perusahaan swasta, seperti PT Mitra Bumdes Nusantara, Microsave Consulting, Uniqlo, IKEA, Tokopedia, MNC Group, Ina Product, Grab, dan Gojek.

Keempat, fondasi pendataan, yang disinergikan ke dalam NIB, BPUM, KUR, dan Koperasi. Kelima, pihaknya juga menyiapkan fondasi reformasi birokrasi melalui penyederhanaan kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM dari sebelumnya 6 kedeputian pada 2020 menjadi hanya 4 kedeputian pada 2021.

Ia menambahkan, Smesco Indonesia diarahkan untuk fokus pada pengembangan UMKM dan koperasi berdaya saing global. Adapun, LPDB fokus pada pengembangan koperasi sektor riil dan pengembangan model bisnis.

Klik halaman selanjutnya >>>