Hampir 2.500 Orang Ikut Tax Amnesty Jilid II, Segini Harta yang Diungkap

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 15:10 WIB
Gedung Kementrian Keuangan dan Direktorat Jendral Pajak. File/detikFoto.
Kantor Pusat DJP/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Program Tax Amnesty Jilid II alias Program Pengungkapan Sukarela (PPS) telah berjalan sejak awal tahun. Hingga 10 Januari, program ini telah mengungkap pajak tersembunyi sebesar Rp 1,16 triliun.

Dikutip dari situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Selasa (11/1/2022), sudah ada 2.458 wajib pajak yang mengikuti program ini. Dengan surat keterangan harta sebanyak 2.608 surat.

Dari ribuan wajib pajak yang ikut program ini, total jumlah harta bersih yang terkumpul sebanyak Rp 1,16 triliun yang menambah penerimaan ke Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 140,46 miliar.

Harta bersih tersebut terdiri dari deklarasi dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp 1 triliun dan deklarasi luar negeri Rp 95,53 miliar serta yang ditempatkan wajib pajak di investasi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 68,17 miliar.

Program PPS berlangsung selama enam bulan yakni 1 Januari hingga 30 Juni 2022. Pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 1 Januari yang lalu.

Dari catatan detikcom, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memastikan bahwa untuk ikut tax amnesty jilid II sangat mudah dilakukan. Pendaftaran cukup dilakukan secara online melalui laman https://pajak.go.id/pps.

Layanan di atas dapat diakses 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan enam langkah mudah yaitu login ke DJPonline, masuk aplikasi PPS, unduh formulir, isi formulir, lakukan pembayaran, kemudian submit.

Jika ada yang mengalami kesulitan, DJP menyediakan helpdesk PPS yang tersedia di seluruh unit vertikal DJP. Apabila wajib pajak kesulitan dan tidak bisa datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak, DJP menyediakan saluran non-tatap muka yaitu helpdesk online melalui WhatsApp dengan nomor 081156-15008 dan Kring Pajak 1500-008 pada Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.

"Semua saluran informasi DJP lainnya yang telah ada selama ini juga tetap dapat dimanfaatkan seperti live chat www.pajak.go.id, email melalui informasi@pajak.go.id, dan twitter @kring_pajak," terangnya.

(hal/ara)