ADVERTISEMENT

Kisah Simon Leviev Ngaku Crazy Rich Israel Buat Tipu Perempuan di Tinder

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 04 Feb 2022 13:56 WIB
MIAMI, FL - AUGUST 14:  In this photo illustration, the icon for the dating app Tinder is seen on the screen of an iPhone on August 14, 2018 in Miami, Florida.  The co-founders of Tinder and eight other former and current executives of the dating app are suing the services current owners for at least $2 billion.  (Photo illustration by Joe Raedle/Getty Images)
Tinder/Foto: Joe Raedle/Getty Images

Film Tinder Swindler

Cerita Tinder Swindler menarik diikuti agar perempuan lebih berhati-hati bagaimana mudahnya pria mendapatkan korban dengan cara pamer kemewahan. Simon menampilkan diri sebagai sosok pria idaman karena memiliki finansial yang luar biasa, tampan, pandai memikat, hingga mudah membuat perempuan jatuh hati karena perhatian yang diberikan.

Guna meyakinkan para korban, Simon kerap mengajak mereka 'mencicipi' segala kemewahan tersebut sehingga para perempuan ini percaya dengan segala cerita Simon.

Tak jarang, Simon bahkan berjanji untuk berkomitmen dengan para korbannya. Mulai dari menjalin hubungan asmara hingga ke jenjang yang lebih serius seperti tinggal bersama.

Situasi mulai pelik ketika Simon yang kerap bepergian ke berbagai negara dengan alasan pekerjaan, mengaku mendapatkan masalah dari 'musuh' atau orang-orang yang mengincarnya. Di sinilah dia mengandalkan para korban.

Simon meminta bantuan finansial dengan alasan tidak bisa mengakses kartu kredit atau rekeningnya. Para korbannya pun percaya.

Dari cara itulah, Simon kemudian mendapatkan banyak uang. Para korbannya dengan sukarela dan sadar memberikan bantuan uang ataupun pinjaman karena percaya bahwa Simon dalam kesulitan.

Hingga kemudian, satu per satu para perempuan ini tersadar bahwa mereka telah menjadi korban dari penipuan karena pinjaman yang diberikan tak jua dikembalikan oleh Simon.


(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT