Disuplai Listrik PLN, Petani Bali Ini Ekspor 10 Ton Buah Sekali Kirim

ADVERTISEMENT

Disuplai Listrik PLN, Petani Bali Ini Ekspor 10 Ton Buah Sekali Kirim

Muhamad Yoga Prastyo - detikFinance
Senin, 21 Feb 2022 22:13 WIB
Petani Bali
Foto: PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) menggagas Program Electrifying Agriculture yang merupakan dukungan suplai listrik PLN untuk para petani. Dengan teknologi ini, stigma yang melekat pada sektor pertanian yang dinilai tidak menguntungkan kini diharap sudah tidak berlaku lagi.

Lebih lanjut, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLNAgung Murdifi mengatakan kini sudah banyak anak muda yang masuk ke sektor pertanian. Ia pun optimis para petani muda ini dapat menjadi sebuah gerakan untuk terus berkembang dan berkontribusi untuk Indonesia.

"Karena dari situlah muncul terobosan-terobosan di sektor pertanian akan muncul. Para petani muda ini sudah menjadi sebuah gerakan sosial agar semua bisa berkembang dan berkontribusi untuk Indonesia," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Salah satu pemuda yang terjun ke dunia pertanian tersebut ialah Anak Agung Gede Agung Wedhatama. Pria asal Bali ini sukses melakukan transformasi di sektor pertanian dengan memberi sentuhan modernisasi dan digitalisasi. Langkah ini tidak lepas dari dukungan Program Electrifying Agriculture yang digagas PT PLN (Persero).

Agung Wedha dinilai sukses dalam melakukan optimalisasi teknologi digital berbasis listrik dalam bidang pertanian. Ia pun mengajak para petani untuk mengembangkan pertanian dengan sistem organik dan menerapkan bisnis yang berkelanjutan dari hulu sampai ke hilir dengan konsep konsep smart farming, digitalisasi dan internet of things (IoT).

Guna mengajak para petani ini, Agung Wedha pun mendirikan komunitas Petani Muda Keren (PMK). Inisiasinya ini didasarkan atas kondisi di dunia pertanian yang dinilai mempunyai masalah di hilir yang berupa pemasaran pasca panen.

Melalui koperasi yang ada di PMK, Agung menawarkan harga yang layak untuk produk yang dijual para petani. Di sisi lain, konsumen pun mendapatkan kualitas produk yang baik dengan harga yang kompetitif.

"Di hilir kita ada unit-unit bisnis koperasi yang memasarkan dari ritel, online, B2B sampai dengan pameran. Sejak 2017, kita sudah mengekspor produk pertanian Bali ke Timur Tengah, China, hingga Eropa," ujar Agung Wedha.

Diakui Agung, komunitas PMK kini sudah berjumlah ribuan anggota yang tersebar ke seluruh Indonesia. Ia pun menyebut, tanpa adanya dukungan dari PLN, visi petani modern tidak akan bisa tercapai. Sebab konsep smart farming, mekanisasi dan digitalisasi yang diusungnya baru dapat diwujudkan dengan menggunakan listrik yang disuplai oleh PLN.

"Untuk proses mekanisasi, penghidupan pompa, distribusi air, irigasi, sprinkle penyiram tanaman juga alat-alat lainnya kini kami gunakan yang berbasis listrik untuk mendukung pengelolaan smart farming sehingga dapat berjalan dengan masif dan efektif," tuturnya.

Lebih dari itu, penerapan smart farming yang didukung kelistrikan andal telah mampu meningkatkan produksi dan ekspornya. Pasar ekspor yang tadinya hanya mencapai 3 ton, kini sudah mampu mengekspor 10 ton buah segar dalam sekali pengiriman.

Atas usaha yang dilakukan itu, Agung Wedha pun meraih Electrifying Heroes Gold Appreciation dalam ajang penghargaan Wirausaha Tangguh PLN 2021.

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT