ADVERTISEMENT

Airlangga Sebut 'Minuman Kekinian' Pacu Pertumbuhan Industri Mamin

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 22 Mar 2022 14:38 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Bisnis Minuman Kekinian Teguk (Istimewa/Teguk)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan critical engine bagi pemulihan ekonomi RI. Diketahui, kontribusi UMKM tercatat sebesar 61% dengan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia.

Airlangga mengatakan UMKM juga ikut mendorong peningkatan investasi dan ekspor nasional. Menurutnya saat ini nilai investasi di sektor UMKM mencapai 60% dari total investasi nasional.

"Sementara, kontribusinya terhadap ekspor nonmigas nasional mencapai 16%. Dari sektor UMKM ini, salah satu usaha yang mengalami pemulihan cukup baik ada di subsektor industri makanan dan minuman (mamin)," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (22/3/2022).

Dijelaskannya, sepanjang tahun 2021, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh positif sebesar 2,54% (yoy). Catatan ini dinilainya lebih baik dari tahun sebelumnya yang masih di angka 1,58%, dan lebih baik dari beberapa sektor industri lain.

Selain itu, subsektor penyediaan makan minum selama 2021 juga mengalami pertumbuhan sebanyak 3,52% (yoy). Lebih tinggi dari tahun 2020 yang minus 6,88%.

Menurut Airlangga, kebangkitan beberapa subsektor makanan dan minuman ini dapat dilihat dari semakin maraknya UMKM minuman kekinian yang sedang digandrungi anak-anak muda. Airlangga mengatakan lahirnya usaha minuman kekinian yang diolah menggunakan bahan baku teh, kopi dan kakao juga turut didukung kekayaan komoditas alam Indonesia.

Lebih lanjut dia merinci produksi teh di tahun 2021 mencapai 145,1 ribu ton, dengan Jawa Barat sebagai penghasil terbesarnya. Sementara itu, produksi kopi nasional mencapai 775 ribu ton, dengan Sumatera Selatan sebagai produsen tertinggi.

"Kita juga memproduksi kakao hingga 706,5 ribu ton dengan Sulawesi Tengah sebagai pusatnya. Tingginya produksi teh, kopi, dan kakao di Indonesia serta momentum pemulihan ekonomi ini tentunya menjadi peluang bagi para entrepreneur UMKM untuk menggali cuan di sektor ini," paparnya.

Klik halaman selanjutnya >>> Tantangan UMKM

Kendati demikian, Airlangga mengakui masih banyak tantangan bagi UMKM untuk dapat berkembang. Di antaranya masalah perizinan dan kesulitan akses pembiayaan formal. Dengan legalitas yang memadai, lanjut dia, UMKM akan dapat mengakses berbagai fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah seperti Program KUR.

Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR super mikro, mikro, dan kecil juga dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa atau entrepreneur pemula yang ingin membangun usahanya sejak dini. Adapun kriteria KUR super mikro tidak memiliki pembatasan minimal waktu pendirian usaha, sehingga akan mempermudah wirausahawan pemula untuk memperoleh modal di bawah Rp 10 juta.

Selain itu, Airlangga mengatakan pemerintah memberikan perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR menjadi sebesar 3 persen hingga akhir Desember 2022. Hal ini dinilainya dapat mempercepat pemulihan UMKM pascapandemi.

Airlangga menegaskan dengan berbagai kebijakan tersebut disertai perbaikan penanganan pandemi, UMKM Indonesia dapat mulai bangkit. Seperti diketahui, pada 2021 terdapat 84,8 persen UMKM yang sudah kembali beroperasi secara normal.

"Selain itu, selama pandemi tercatat 40 persen UMKM menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produknya dan merasakan adanya peningkatan pendapatan," pungkasnya.

(ncm/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT