ADVERTISEMENT

Terungkap Fakta di Balik Penyelamatan Garuda: Ada Risiko Pailit!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2022 06:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara International Lombok
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Pelaksanaan skema penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah mendapat restu Komisi VI DPR melalui Panja Penyelamatan Garuda. Dengan demikian, peluang maskapai pelat merah untuk terus terbang tinggi masih ada.

Ada sejumlah alasan Panja memberi restu penyelamatan Garuda. Restu itu diberikan Panja mengingat progres restrukturisasi yang dilaporkan Kementerian BUMN dan manajemen Garuda cukup prospektif untuk masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Ketua Panja Penyelamatan Garuda Martin Manurung menambahkan, komitmen pemerintah diperlukan sebagai bagian dari penawaran Garuda kepada para kreditur.

"Karena progres restrukturisasi sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian BUMN dan Direksi Garuda sudah cukup prospektif untuk masuk dalam PKPU. Sehingga, komitmen pemegang saham mayoritas, dalam hal ini pemerintah, diperlukan sebagai bagian dari offer yang akan disampaikan oleh Garuda menjelang voting tanggal 17 Mei 2022 nanti," paparnya kepada detikcom, Senin (25/4/2022).

Martin juga menjelaskan, Panja memberikan persetujuan karena lalu lintas penumpang mulai pulih. Maka itu, Garuda perlu memulihkan pesawat-pesawatnya. Selain itu, kata dia, keberadaan Garuda juga penting agar pasar penerbangan lebih baik.

"Kemudian, traffic saat ini sudah mulai pulih dan Garuda perlu untuk merestorasi pesawat-pesawatnya untuk bisa beroperasi lebih optimal," kata dia.

"Dari sisi industri juga saat ini industri penerbangan kita sangat dominan pangsa pasarnya hanya dari satu pemain. Apabila Garuda kembali beroperasi, tentu akan membuat pasar penerbangan lebih baik dan tentunya juga akan membawa dampak positif, baik bagi revenue Garuda maupun bagi pelanggan," sambungnya.

Untuk diketahui, dalam Laporan Pelaksanaan Panja Penyelamatan Garuda Komisi VI terungkap skema penyelamatan Garuda. Dalam laporan itu tertulis, Panja Penyelamatan Garuda Komisi VI meminta Kementerian BUMN secara konsisten melaksanakan rencana bisnis (business plan) yang telah disepakati meliputi optimalisasi rute, optimalisasi jumlah dan tipe pesawat, implementasi penurunan biaya pesawat, serta peningkatan pendapatan kargo dan produk ancillary. Kemudian, Panja mendesak Garuda untuk melaksanakan tata kelola yang baik (good corporate governance) secara baik dan konsisten dalam menjamin keberlangsungan Garuda secara berkelanjutan.

Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi Hingga Penumpang Teriak Histeris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT