ADVERTISEMENT

Kenali 2 Kondisi Bahaya Bagi Dompet Saat Mudik Lebaran

Brillyan Vandy Yansa - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 17:57 WIB
Jakarta -

Disiplin menjaga cash flow sesuai budget penting dilakukan saat masa libur lebaran. Momen mudik 2022 mungkin menjadi ajang untuk bertemu keluarga setelah 2 kali Idul Fitri sebelumnya tertunda. Namun, bukan berarti membelanjakan uang untuk liburan di luar perhitungan bisa dihalalkan.

Menurut Aidil Akbar, bocornya budget justru terjadi saat seseorang mengisi masa libur lebaran di kampung halaman. Financial planner itu menyebutkan, momen itu menjadi saat di mana seseorang lengah dalam menjaga keseimbangan finansial mereka.

"Ada orang yang mungkin ingin menunjukkan ke tetangganya bahwa dia sudah sukses di kota, bikin acara, traktir keluarga makan-makan, kemudian piknik kemana gitu. Nah itu, kalau memang sudah di-budget nggak masalah. Tapi banyak sekali aktivitas yang dilakukan ad hoc, jadi tanpa perencanaan dan budgeting," terangnya dalam d'Mentor Kamis, (5/5/2022).

Tekanan sosial, menurut Aidil juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya pengeluaran di hari raya. Sering kali, pemudik dinilai lebih sukses daripada sanak keluarga yang masih tinggal di kampung halaman. Hal inilah yang menurut Aidil menjadi topik pergunjingan di antara keluarga dan tetangga di rumah.

"Teman-teman masa kecil di kampung halaman, 'wah udah sukses ya di kota. Mobilnya keren nih, ayo dong makan-makan dong'. Nah pressure semacam itu kan pasti ada dan terjadi di masa-masa lebaran," jelas Aidil.

Menurutnya, kondisi seperti ini juga perlu dipertimbangkan. Sebab sedikit-banyak tekanan pergaulan tersebut bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang berimbas pada pengeluaran di luar perencanaan.

Aidil Menekankan, kondisi seperti ini tidak perlu dihindari. Baginya, yang terpenting adalah cara untuk mengkondisikan agar silaturahmi dapat tetap terjaga dengan budget keuangan yang ada. Sebab, bila tidak terakomodasi memungkinkan terjadi situasi psikologis yang lebih buruk.

Lebih lanjut Aidil menjelaskan, ada 2 jenis situasi yang mendorong seseorang lebih rela mengeluarkan uang yaitu saat kondisi sedih dan senang. Menurutnya, pada kedua momen tersebut secara psikologis seseorang tidak ingin merusak suasana.

"Pas lagi momen lebaran, seneng-seneng, ketemu keluarga, masa sih nggak mau makan bareng keluarga. 'Masa sih nggak mau piknik bareng keluarga, kan momennya setahun sekali'. Apalagi ditambahi embel-embel kan tahun depan belum tentu ketemu ramadan lagi," ungkapnya.

Saksikan Juga Video Lengkap d'Mentor: Tambal Sulam Kantong Bolong Pasca Mudik

[Gambas:Video 20detik]




(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT