ADVERTISEMENT

Ada Kabar Kartu Tol Bakal Dihapus, Benarkah?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 11:45 WIB
Sejumah personel polisi lalu lintas mengatur kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meniadakan transaksi kendaraan di Gerbang Tol (GT) Palimanan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang mengantre untuk transaksi atau tapping kartu uang elektronik, dan pengguna jalan tol bisa melakukan transaksi di gerbang tol selanjutnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Jakarta -

Media sosial dihebohkan dengan kabar uang elektronik kartu E-toll yang digunakan di gerbang tol akan dicabut akhir 2022. Hal ini karena pembayaran tol akan digantikan dengan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).

Bagaimana faktanya?

Sumber detikcom di Bank Indonesia (BI) menyebutkan jika saat ini BI dan Kementerian PUPR sedang mendiskusikan konsep desain dan model bisnis MLFF. Termasuk ekosistem sistem pembayarannya.

"Ke depan secara bertahap, uang elektronik chip based (uang elektronik kartu) akan digantikan dengan moda pembayaran server based," ujar sumber tersebut dikutip, Rabu (18/5/2022).

Dia mengungkapkan, server based yang dimaksud adalah uang elektronik, dompet elektronik atau sumber dana lainnya.

Sebelumnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) enargetkan sistem transaksi Nontunai Nirsentuh MLFF ini bisa diterapkan di Pulau Jawa dan Bali pada akhir 2022.

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone. Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.

Penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hongaria. Manfaat lain dari kehadiran sistem transaksi MLFF ini yaitu salah satunya adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.

Penerapan waktu transaksi di gerbang tol turun hanya menjadi 0 detik dari kegiatan transaksi gerbang tol dengan uang elektronik sebelumnya yang memakan waktu hingga sekitar 4 detik, jika dilihat terdahulu, waktu transaksi dengan uang kartal adalah sekitar 10 detik lamanya.

Dengan diimplementasikannya sistem ini pembayaran tol tidak lagi perlu berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan sepertu biasa, sehingga tidak ada lagi antrian pada gerbang tol dan mempersingkat waktu tempuh dan efisien.



Simak Video "Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang Imbas Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT