Mei 2022, PNBP Sektor Perikanan Tembus di Angka Rp 512,38 Miliar

Hanifa Widyas - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 19:41 WIB
Ilustrasi nelayan
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) mencatat adanya kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam perikanan. Hingga 25 Mei 2022, tercatat torehan PNBP yang diterima mencapai Rp 512,38 miliar dan akan terus bertambah.

"Tahun 2021 total PNBP yang diterima Rp 700 miliar. Kami optimistis capaian PNBP perikanan tangkap tahun ini dapat terus bertambah untuk mendukung program peningkatan PNBP guna kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan," papar Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Trian Yunanda dalam keterangan tertulis, Rabu (25/05/2022).

Dalam acara Pemantauan dan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Prioritas Ditjen Perikanan Tangkap 2022 di Semarang yang diadakan pada 22-25 Mei 2022, Trian mengatakan peningkatan ini terjadi seiring dengan meningkatnya permohonan izin perikanan tangkap.

Permohonan izin tersebut masuk melalui sistem informasi izin layanan cepat (SILAT). Selama terkoneksi dengan internet, layanan daring tersebut memungkinkan pelaku usaha mengurus perizinan di mana pun dan kapan pun.

Sebanyak 4.550 dokumen surat izin usaha perikanan (SIUP) diterbitkan menurut data perizinan per tanggal 25 Mei 2022. Sementara itu, perizinan berusaha subsektor pengangkutan ikan (surat izin kapal pengangkut ikan/SIKPI) mencapai 481 dan perizinan berusaha subsektor penangkapan ikan (surat izin penangkapan ikan/SIPI) mencapai 5.655.

Meskipun awalnya sempat menolak, pelaku usaha perikanan tangkap tidak berubah menjadi lesu dengan adanya perubahan regulasi dan kenaikan pungutan hasil perikanan.

Geliat dan aktivitas perikanan tangkap di seluruh pelabuhan perikanan Indonesia tetap berjalan untuk menggerakkan roda perekonomian.

"Meski awalnya ada penolakan karena adanya hal yang baru serta perubahan regulasi, pelaku usaha terus kita berikan sosialisasi. Kunjungan lapangan kerap kita lakukan untuk berdialog serta menjaring aspirasi seluruh stakeholders perikanan tangkap," ujarnya.

Trian optimis usaha perikanan tangkap akan terus tumbuh seiring dengan kebijakan penangkapan ikan yang terukur. Ia percaya akan adanya gebrakan di dunia perikanan dengan usaha baru dari anak-anak muda.

"Karena waktu terus berjalan, hal-hal baru juga terus berkembang. Tidak hanya ekonomi saja yang dipentingkan, harus juga seimbang dengan kelestarian sumber daya ikan yang terus kita jaga agar tidak over exploited," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan akan tercipta kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan jika ada peningkatan PNBP. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur pelabuhan perikanan dan pengembangan kampung nelayan maju.

(prf/hns)