Jokowi Rayu PM Australia Tambah Kuota Visa Kerja buat RI Jadi 5.000

ADVERTISEMENT

Jokowi Rayu PM Australia Tambah Kuota Visa Kerja buat RI Jadi 5.000

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 14:31 WIB
Presiden Jokowi dan PM Australia Anthony Albanese
Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo meminta Australia melakukan penambahan kuota visa kerja dan libur atau working holiday menjadi 5.000 peserta per tahun. Hal ini disampaikan secara langsung dalam penyambutan resmi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia.

Albanese sendiri melakukan kunjungan ke Istana Bogor hari ini. Dalam acara penyambutan tersebut, Jokowi menyampaikan beberapa hal mengenai kerjasama ekonomi antara kedua negara itu, termasuk soal penambahan kuota working holiday visa.

"Saya mengharapkan implementasi IA CEPA terkait kesempatan WNI untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota working holiday visa menjadi 5.000 peserta per tahun," ujar Jokowi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/6/2022).

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan antara lain pembukaan Kampus Monas University di BSD yang diharapkan dapat meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM berketerampilan tinggi di Indonesia.

Tidak hanya di sektor pendidikan, Jokowi juga turut menyampaikan mengenai pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia seperti otomotif misalnya.

"Ekspor perdana mobil CBU buatan Indonesia ke Ausi telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka," tuturnya.

Sebagai tambahan informasi, kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia pada hari Senin ini membahas dua isu besar yaitu memperkuat kerjasama bilateral dan saling tukar pendapat mengenai berbagai isu di kawasan dan dunia. Komunikasi Jokowi dan Albanese itu telah diawali dengan pembicaraan melalui panggilan telepon yang mereka lakukan pada Jumat pekan lalu.

Jokowi menegaskan kalau Indonesia dan Australia telah memiliki dua pondasi kuat dalam hubungan bilateral yaitu kemitraan strategis komprehensif yang dimiliki sejak 2018 dan IA CEPA yang sudah mulai berlaku di tahun 2020.



Simak Video "PM Australia Kecewa Umar Patek Dapat Remisi Masa Tahanan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT