ADVERTISEMENT

Mau Banting Setir Jadi Importir? Simak Dulu 5 Tips Ini

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 06:45 WIB
Ilustrasi belanja online
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Inspirasi peluang usaha bisa ada di mana-mana. Peluang bisnis sebagai importir juga bisa menjadi pilihan.

Bisnis impor dapat menjadi peluang usaha yang layak untuk digeluti. Pasalnya, tidak semua barang mampu diproduksi di dalam negeri. Bahkan harganya tidak sedikit yang tergolong murah.

Praktisi bisnis impor sekaligus Marketing Operations Manager YOYBUY.com, Verity menyampaikan banyak produk-produk luar negeri yang harganya sangat murah dan berkualitas sangat baik.

Tips Jadi Importir:

1. Cari Harga Murah

Menurut Verity, untuk memulai bisnis impor, pastikan Anda mencari komoditas barang yang lebih murah dari pasar atau kompetitor. Dengan begitu, Anda bisa menjual dengan harga yang lebih sehat untuk operasional dan profit bisnis Anda.

"Harga murah menjadi fundamental bagi suatu bisnis. Selain ramah untuk operasional perusahaan, tapi juga disukai oleh pembeli karena tidak terlalu mahal. Inilah salah satu yang kami sajikan di YoyBuy.com," kata Verity dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6/2022).

2. Pengecekan Berulang

Bisnis impor yang baik menjamin kualitas barang dan kelengkapannya sampai ke pembeli dengan utuh. Semua harus dilakukan pengecekan berulang, mulai dari pengiriman, sampai ke lokasi penyortiran.

"Banyak kasus yang terjadi terkait kesalahan kirim. Hal ini membuat biaya operasional menjadi berlebih dan memakan waktu. Belum lagi customer yang kecewa karena barangnya lebih lama sampai. Hal ini yang kami ingin pecahkan dengan platform YOYBUY.com sebagai platform marketplace distributor. Kami selalu melakukan pengecekan rutin sebelum barang dikemas dan dikirim," ujar Verity.

3. Pembayaran yang Mudah

Pembayaran yang mudah membuat bisnis jauh lebih lancar dalam bertransaksi. Pilihlah rekan bisnis yang bisa menerima pembayaran internasional.

"Paypal dan kartu kredit bisa jadi pilihan tepat untuk memproses pembayaran barang impor," kata Verity.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT