ADVERTISEMENT

Gokil! Ada 'Tentara Hitam' Dikerahkan Sulap Sampah Jadi Cuan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 17:40 WIB
Kemana Perginya Makanan Sisa Kondangan?
Foto: iStock
Jakarta -

Berdasarkan laporan Barilla Center Food And Nutritions, Indonesia menduduki urutan kedelapan di antara negara-negara G20 yang menghasilkan sampah terbanyak. Orang Indonesia tercatat menghasilkan sampah sisa makanan sebanyak 121 kg per orang per tahun.

Sampah makanan dari Indonesia didominasi oleh sampah rumah tangga sebesar 77 kg per orang dalam setahun.

Persoalan tentang sampah semakin kompleks seiring dengan pertambahan penduduk. Hal tersebut tentu membutuhkan inovasi baru serta cara yang kreatif guna mengatasi permasalahan yang tergolong serius ini.

Korindo Group bekerja sama dengan Forest For Life Indonesia (FFLI) dalam membangun tempat pengolahan sampah organik dengan menggunakan teknik Bio-Conversion BSF (Black Soldier Fly/ Lalat Tentara Hitam) yang berlokasi di Rest Area Cibubur Square, Jakarta.

Untuk mendukung penuh inkubasi proyek Pengolahan Sampah Organik Bio-Conversion ini Korindo memberikan bantuan hibah dana kepada FFLI untuk melaksanakan proyek pengolahan sampah ini. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak dilakukan pada Senin (13/6).

"Semua keperluan program sudah disiapkan, baik dari segi lokasi hingga ketersediaan limbah organik yang akan diolah dan diurai. Nantinya lokasi tersebut akan menjadi Rest Area pertama di dunia yang memiliki Bio-Conversion Organic," ucap Sekjen Yayasan Korindo Seo Jeongsik, dalam sambutannya pada seremoni penandatanganan MoU.

Melalui konsep circular-economy atau berpedoman pada prinsip mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber daya yang ada, Bio-Conversion Organic menggunakan Lalat Tentara Hitam yang berpotensi membuat prospek ekonomi baru, dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk dan protein.

"Kami berkomitmen dengan hibah yang diperoleh dari Korindo ini dapat lebih membantu kita dalam memajukan masyarakat. Selain itu, hal ini juga akan meyakinkan mereka bahwa Bio-Conversion Organic merupakan cara paling murah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah," tandas Hadi Pasaribu Ketua FFLI.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT