ADVERTISEMENT

Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Ketua Banggar Wanti-wanti Inflasi-Subsidi BBM

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 21:15 WIB
Ketua Banggar DPR 2019-2024 Said Abdullah
Foto: dok. Istimewa: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah
Jakarta -

Ketua Badan Anggaran DPR MH Said Abdullah mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 di level 5,44%. Ia menyebutkan hal ini didorong oleh sejumlah faktor.

"Dengan angka itu, artinya selama 1 semester di tahun 2022 ini pertumbuhan ekonomi negara akumulatif mencapai 5,23%," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/8/2022).

Ia juga bilang capaian kuartal II-2022 ini disebut menjadi modal sangat baik menghadapi situasi ke depan yang tampaknya masih akan menghadapi tingginya harga komoditas. Meski begitu, ia memberikan catatan yang perlu menjadi fokus pemerintah ke depannya.

Pertama, mengupayakan semaksimal mungkin inflasi dan pandemi COVID-19 terkendali. Diakui, memang dana untuk menekan itu dengan APBN 2022 akan sangat besar. Terutama untuk menjaga daya beli rumah tangga, khususnya pada sektor makanan, dan transportasi sebagai core inflasi.

"Namun sejak awal APBN kita rancang sebagai shock absorber menghadapi tekanan eksternal, dan ancaman laten pandemi," lanjutnya.

Kedua, pemerintah diwanti-wanti untuk waspada dan membuat pembaharuan kalkulasi pada APBN 2022 bila gejala kenaikan suku bunga dan harga energi terus berlanjut.

"Tren kenaikan suku bunga acuan atas kebijakan The Fed terus mendorong suku bunganya berimplikasi kenaikan suku bunga surat utang kita. Cost of fund akan semakin mahal. Keadaan ini bila terus berlanjut akan terus mengoreksi fiskal kita karena beban pembayaran bunga utang akan terus naik, paralel dengan tingginya subsidi dan kompensasi energi," jelasnya.

Ketiga, sebagai negara importir minyak bumi, Indonesia disebut memiliki kerentanan atas tren kenaikan harga minyak bumi. Menurutnya, pemerintah perlu terus mengambil langkah penting untuk pengadaan impor minyak bumi. Sumber dan mekanisme pengadaan harus diawasi betul oleh aparat penegak hukum.

Keempat, pemerintah perlu terus memastikan pelaksanaan di lapangan terkait pelaksanaan subsidi BBM, listrik dan LPG. Langkah-langkah penyempurnaan kebijakan subsidi energi perlu terus diperbaiki tanpa menunda nunda waktu di tengah kemendesakan agar subsidi tepat waktu dan sasaran.

Kelima, minta para kepala daerah dan seluruh tim pengendali inflasi daerah terus waspada. Menurutnya giatkan operasi pasar di daerahnya masing masing. Kebijakan ini untuk mengantisipasi berbagai praktik curang berupa penimbunan berbagai barang komoditas yang menjadi hajat hidup orang banyak.

Keenam, menurutnya langkah kewaspadaan tinggi oleh Satgas COVID-19 perlu terus dilakukan. Indonesia katanya, punya tantangan kemungkinan semakin abainya warga atas serangan virus Corona karena telah merasa mendapatkan suntikan vaksin booster.

"Saya yakin dengan kedisiplinan semua pihak, khususnya pemerintah dalam menjaga disiplin keuangan sebagaimana rencana anggaran yang tertuang pada APBN 2022 yang dijabarkan lebih lanjut melalui Perpres No 98 tahun 2022 kita dapat menemukan prestasi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun mencapai level 5%," ucapnya.

Apa saja pendorong ekonomi Indonesia tumbuh 5,44%? Lanjut di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT