ADVERTISEMENT

3 Hal yang Harus Kamu Tahu soal Tarif Ojol Naik

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 10 Agu 2022 06:45 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengizinkan ojek online kembali mengangkut penumpang. Meski demikian, para driver ojol mengaku masih sedikit waswas tertular Corona.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merestui penyesuaian atau kenaikan tarif ojek online (ojol). Aturan baru diberlakukan terhadap besaran biaya jasa batas bawah, batas atas, dan biaya jasa minimal.

Naiknya tarif ojek online tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 564 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Aturan berlaku sejak ditetapkan 4 Agustus 2022.

"Dalam KP 564 Tahun 2022 ini kami telah melakukan evaluasi batas tarif terbaru yang berlaku bagi ojek online," kata Direktur Jenderal Perhubungan Kemenhub Hendro Sugiatno dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (9/8/2022).

Tiga Hal Soal Kenaikan Tarif Ojek Online:

1. Tarif Baru Ojek Online

Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang) masuk zona II dengan biaya jasa minimal antara Rp 13.000-13.500 (sebelumnya Rp 8.000-10.000) untuk 5 km pertama. Lebih dari itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp 2.600/km (sebelumnya Rp 2.000) dan batas atas Rp 2.700/km (sebelumnya Rp 2.500).

Lalu wilayah Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Bali masuk zona I dengan biaya jasa batas bawah Rp 1.850/km, biaya jasa batas atas Rp 2.300/km, dan biaya jasa minimal Rp 9.250 sampai Rp 11.500 (sebelumnya Rp 7.000-10.000).

Sedangkan untuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua masuk zona III dengan biaya jasa batas bawah Rp 2.100/km, biaya jasa batas atas Rp 2.600/km, dan biaya jasa minimal Rp 10.500-13.000 (sebelumnya Rp 7.000-10.000).

2. Berlaku untuk Jasa Angkut Penumpang

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pitra Setiawan mengatakan aturan baru per kilometer itu berlaku khusus untuk jasa angkutan penumpang.

"Barang dan makanan ada di Kominfo regulasinya," kata Pitra kepada detikcom.

Komponen biaya pembentuk tarif di atas terdiri dari biaya langsung yaitu biaya yang dikeluarkan oleh mitra pengemudi dan sudah termasuk profit mitra pengemudi. Ada juga biaya tidak langsung yaitu biaya sewa penggunaan aplikasi perusahaan aplikasi paling tinggi 20%.

3. Alasan Tarif Ojol Naik

Pitra mengatakan alasan tarif ojek online naik karena menyesuaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan lain yang semakin mahal. Keputusan ini setelah mendengar aspirasi dari para mitra.

"Alasan kenaikan dengan mempertimbangkan kenaikan bahan bakar dan kebutuhan lain, di samping juga aspirasi dari para mitra," ujar Pitra.

Pitra menyebut penyesuaian ini sudah berdasarkan hasil survei kepada masyarakat khususnya pengguna ojek online terkait kemampuan membayar (ability to pay/ATP) dan kemauan membayar (willingness to pay/WTP).

"Penyesuaian ini sudah merupakan hasil survei kepada masyakarat terkait kemampuan dan kemauan membayar," tuturnya.

Lihat juga video 'Pantang Menyerah Driver Ojol di Tengah Keterbatasan Disabilitas':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT