ADVERTISEMENT

Gelombang Panas di Inggris Bikin Peternak dan Petani Gigit Jari

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 15:21 WIB
Waduk Ardingly di Inggris mengering akibat gelombang panas yang melanda negera tersebut.
Gelombang Panas Bikin Waduk Ardingly Inggris Mengering/Foto: REUTERS/TOBY MELVILLE
Jakarta -

Gelombang panas dan cuaca ekstrem menghantam Eropa. Kondisi ini sedikit banyak mengancam ketersediaan pangan, khususnya di Inggris dan Skotlandia.

Seorang peternak sapi perah di Inggris terpaksa mengirim beberapa sapinya untuk disembelih jika tidak ada hujan bulan ini. "Kami tidak bisa terus memberi mereka makan dengan pakan yang tidak ada di sana," kata Pengelola Sansaw Dairy, James Thompson dikutip dari BBC, Kamis (11/8/2022).

Pengelola peternakan yang berada di utara Shropshire, Inggris ini mengatakan langkah ini ia ambil lantaran cuaca kering telah mengurangi jumlah rumput untuk hewan ternak. Bahkan Thompson mengaku, dirinya sampai berdoa setiap hari agar hujan turun demi 1.500 ekor sapi perah di peternakannya.

"Masalahnya adalah apakah kami memiliki cukup silase (pakan ternak) untuk musim dingin sekarang karena kami sedang menyelipkan cadangan kami saat ini," kata Thompson.

"Jika tidak hujan pada bulan Agustus, kami akan sangat khawatir dan itu mungkin berarti kami harus mengurangi beberapa sapi kami," tambahnya.

Dia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan berapa banyak sapi yang harus disembelih jika hal tersebut terjadi. Di sisi lain, masalah juga dihadapi oleh petani jagung akibat gelombang panas.

Petani di Llynclys Hall Farm, Richard Jones mengatakan cuaca panas telah menyusutkan ukuran labirin jagung di perkebunannya. "Saat ini (jagung) tingginya enam setengah hingga tujuh kaki. Dibandingkan tahun-tahun lain, mungkin lebih pendek satu kaki," kata Jones.

Jones menambahkan, beberapa daun tanaman labu telah meringkuk akibat kondisi tanah yang sangat kering. Meski demikian, apabila hujan turun dalam dua minggu terakhir, kondisi tanamannya itu akan baik-baik saja.

"Mereka lesu dan tidak tumbuh dengan baik, tanaman berjuang untuk bertahan hidup," tuturnya.

Kedua kondisi ini sejalan dengan laporan Met Office, di mana pada tahun ini setiap bulannya curah hujan di bawah rata-rata dan Juli adalah bulan terkering dalam catatan, dengan hanya 10% dari curah hujan rata-rata.

Gelombang panas bikin sungai mengering. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT