ADVERTISEMENT

Sudirman Said Muncul Kasih Saran soal Anggaran Jokowi Rp 3.000 T di 2023

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 18 Agu 2022 07:02 WIB
Sudirman Said Dok Istimewa
Foto: Sudirman Said/Dok. Istimewa
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan belanja negara Rp 3.041,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023. Sementara itu, anggaran subsidi energi rencananya digelontorkan Rp 210,7 triliun.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said turut berkomentar terkait hal itu. Menurutnya pemerintah perlu lebih memfokuskan aliran dana negara tahun depan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang rentan miskin.

"Katanya masih ada 40% paling bawah yang kondisinya rentan. Memang tidak seluruhnya masuk kategori miskin absolute, tapi dia masuk kategori rentan miskin. Artinya apa? begitu ada guncangan sedikit, dia bisa jatuh," kata Sudirman kepada detikcom, Rabu (17/8/2022).

"Kalau ngomong bagaimana harapan masyarakat, kalau bicara anggaran berkeadilan sosial, sejauh mungkin prioritasnya pada kelompok-kelompok paling paling rentan. Saya yakin pemerintah sudah mengkonkretkan itu," tambahnya.

Sudirman memberikan contoh, misalnya seperti prioritas terhadap anggaran bantuan sosial (Bansos) dan juga subsidi kebutuhan pangan sehari-hari. Oleh sebab itu, menurutnya hal tersebut lebih perlu diprioritaskan dibandingkan dengan memberi anggaran sangat besar pada subsidi BBM.

"Memang pemerintah sudah sangat baik merelokasikan anggaran ke subsidi BBM. Tapi kembali lagi, yang mempergunakan subsidi kebanyakan orang menengah ke atas," tambahnya.

Dengan demikian, dana subsidi yang berasal dari uang rakyat itu dinilai masih belum tepat sasaran. Pun apabila pemerintah terus berfokus pada subsidi BBM yang begitu besar, pemerintah akan terus menggendong beban finansial yang besar pula. Sudirman melanjutkan, kondisi tersebut akan membuat pemerintah mengorbankan hak-hak kelompok paling lemah tersebut.

"Kalau tidak, pemerintah akan terus menggendong beban finansial. Dan akan mengorbankan hal-hal yang paling lemah tadi. Dengan begitu harus ada keberanian untuk menggeser alokasi," tambahnya.

Simak video 'Jokowi Usul Anggaran Rp 3.000 T Tahun 2023, Buat Apa Saja?':

[Gambas:Video 20detik]



Indonesia ketergantungan impor minyak. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT