ADVERTISEMENT

Jepang 'Resesi Sake', Anak Muda Diminta Banyak Minum Biar Pajak Moncer

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 09:23 WIB
sake
Jepang 'Resesi Sake', Anak Muda Diminta Banyak Minum Biar Pajak Moncer/Foto: iStock
Jakarta -

'Resesi sake' terjadi di Jepang. Konsumsi sake menurun dan membuat pendapatan negara dari pajak minuman keras pun anjlok.

Dilansir BBC, Jumat (19/8/2022), generasi muda di Jepang lebih sedikit yang suka 'minum-minum' daripada orang-orang tua di Jepang. Maka dari itu penjualan alkohol Jepang sedang menyusut.

Angka terbaru dari agen pajak menunjukkan bahwa tren 'minum-minum' di Jepang tercatat lebih sedikit pada 2020 dibandingkan 1995. Angkanya anjlok dari rata-rata tahunan 100 liter menjadi hanya 75 liter per orang dewasa.

Pendapatan pajak dari pajak alkohol juga menyusut selama bertahun-tahun. Menurut surat kabar The Japan Times, pajak minuman keras bisa menghasilkan 5% dari total pendapatan pada 1980, tetapi pada 2020 hanya 1,7%.

Kampanye 'Minum-minum'

Merespons fenomena ini, Badan Pajak Nasional Jepang turun tangan untuk mengembalikan tren 'minum-minum' di tengah masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Mereka mengeluarkan kampanye bertajuk 'Sake Viva!', kampanye itu telah dimulai dan diharapkan dapat membuat tren 'minum-minum' meningkat, ujungnya bisa meningkatkan industri alkohol di Jepang.

Kampanye ini meminta anak muda berusia 20-39 tahun untuk berbagi ide bisnis untuk memulai permintaan alkohol di antara rekan-rekan mereka. Apakah itu untuk sake Jepang, shochu, wiski, bir, atau anggur.

Para kontestan datang dengan promosi, branding, dan bahkan rencana mutakhir yang melibatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan penjualan minuman keras. Media Jepang mengatakan reaksi beragam muncul di tengah masyarakat soal kampanye ini. Beberapa orang ada yang melempar kritik tentang upaya untuk mempromosikan kebiasaan yang tidak sehat.

Tetapi beberapa orang lainnya justru mendukung kampanye ini. Mulai banyak orang memposting ide-ide unik secara online, bahkan beberapa pesohor terkenal ikut tampil unjuk gigi di kampanye ini.

Para kontestan memiliki waktu hingga akhir September untuk menyampaikan ide-ide mereka. Rencana terbaik kemudian akan dikembangkan dengan bantuan para ahli sebelum proposal final dipresentasikan pada bulan November.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT