Cuan Rp 2.500 T! Rusia Beneran Untung Besar Gegara Perang

ADVERTISEMENT

Cuan Rp 2.500 T! Rusia Beneran Untung Besar Gegara Perang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 22 Agu 2022 14:13 WIB
Ilustrasi bendera Rusia
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Rusia saat ini sedang mengeruk keuntungan besar di tengah perang yang berkecamuk di Ukraina. Hal ini diungkapkan Sandiaga sebagai pembicara dalam salah satu kelas investasi pada forum CEO Mastermind.

Sandiaga bilang Rusia untung besar karena menjual minyak bumi. Seperti diketahui, negara itu adalah salah satu produsen minyak bumi besar di dunia. Perang membuat harga minyak bumi meroket, alhasil harga jual minyak bumi pun menjadi naik.

Meski begitu, Sandiaga mengatakan Rusia banyak menjual minyak bumi dengan harga di bawah pasar agar lebih cepat 'laku'. Nah, jumlah keuntungannya menurut Sandiaga bisa mencapai Rp 74 triliun per hari.

Nyatanya, pernyataan Sandiaga Uno memang benar adanya. Bila dilihat dari berbagai data ekonominya, Rusia memang sedang menikmati keuntungan besar.

Bank sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR) pada 9 Agustus yang lalu melaporkan neraca transaksi berjalan Rusia pada periode Januari-Juli mengalami surplus. Jumlahnya mencapai US$ 166 miliar atau sekitar Rp 2.456 triliun (kurs Rp 14.800).

Artinya, ekonomi Rusia berhasil meraup keuntungan hingga hampir Rp 2.500 triliun dalam waktu setengah tahun saja!

Jumlah surplus itu naik lebih dari tiga kali lipat bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021. Neraca transaksi berjalan Rusia kala itu cuma senilai US$ 50 miliar atau sekitar Rp 740 triliun.

"Dinamika transaksi berjalan ditentukan oleh pelebaran surplus neraca barang dan jasa sebagai akibat dari pertumbuhan yang signifikan dalam nilai ekspor barang dan penurunan nilai impor," tulis Bank Sentral Rusia dilansir dari website cbr.ru, Senin (22/8/2022).

Sementara itu, dilansir dari Reuters, Rusia nampaknya bakal mendapat peningkatan pendapatan dari ekspor energi tahun ini hingga 38%. Jumlahnya mencapai US$ 337,5 miliar atau sekitar Rp 4.995 triliun.

Volume ekspor minyak yang lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga gas dinilai mampu membuat peningkatan pendapatan dari ekspor energi Rusia.

Data itu berdasarkan bocoran dokumen perkiraan kementerian ekonomi yang belum terkonfirmasi. Ekspor energi yang dimaksud adalah minyak dan gas alam.

Sementara itu, menurut hitung-hitungan Sandiaga Uno, Rusia bisa meraup US$ 6 miliar atau sekitar Rp 88,8 triliun per harinya hanya dari menjual minyak di bawah harga pasar saja.

Sementara itu, dia menyebutkan biaya perang per harinya hanya US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun. Maka bila dihitung keuntungan bersihnya, Rusia bisa meraup US$ 5 miliar atau sekitar Rp 74 triliun per hari di tengah perang yang berkecamuk.

"Untungnya, US$ 6 miliar per hari. Cost of war, kira-kira berapa? US$ 1 billion (miliar). Jadi Rusia profit setiap hari berapa? US$ 5 billion," papar Sandiaga.



Simak Video "Salam Perpisahan Pasukan Cadangan Rusia dengan Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT