Kisah 3 Pemilik Toko Kelontong, Sukses Bangun Bisnis-Berdayakan Warga

ADVERTISEMENT

Kisah 3 Pemilik Toko Kelontong, Sukses Bangun Bisnis-Berdayakan Warga

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2022 11:00 WIB
SRC
Foto: Dok. SRC
Jakarta -

Bisnis tak melulu soal cuan. Ada kepuasan ketika bisnis yang dibangun juga berdampak untuk sesama, minimal lingkungan sekitar kita.

Rismia Hidayati, Musrianto, dan Titin Suhartini membuktikannya. Kesuksesan tak hanya milik mereka sendiri. Melalui usaha toko kelontongnya, mereka menggandeng masyarakat sekitar, yang hasilnya turut berdampak pada peningkatan ekonomi. Sejahtera dan maju bersama.

Ini kisah perjalanan toko kelontong Rismia, Musrianto, dan Titik, yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), komunitas toko kelontong terbesar di Indonesia yang dibina dan diberi bimbingan oleh PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna).

Dari Toko Kelontong Merambah Bisnis Kuliner

Rismia Hidayati, biasa disapa Mia, memiliki Toko SRC Joyo Roto yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Ia memulai usaha toko kelontong pada 2007 dengan ukuran toko 5x3 meter. Kala itu, pengelolaan toko masih dilakukan secara tradisional. Perkembangannya pun biasa-biasa saja. Pada 2011, ia bergabung dengan SRC setelah melakukan perubahan pada tokonya.

Dari SRC, Mia belajar bahwa kenyamanan pelanggan penting untuk kemajuan usaha toko kelontongnya. Toko yang tadinya penuh rentengan barang dagangan, mulai dibenahi. Ia juga mengecat tokonya. Alhasil, tokonya jadi rapi, bersih, dan terang.

"Saya enggak menyangka, setelah melakukan perubahan itu, toko jadi ramai. Omzet juga ikut naik. Dan sekarang, toko saya sangat berkembang," kata Mia, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Tak puas hanya berkutat di pengelolaan toko kelontong, Mia turut merambah bisnis kuliner. Pada masa pandemi, bisnis yang lesu membuat para pemilik toko di bawah bimbingan SRC diberi pembekalan untuk melakukan terobosan. Dari situ, Mia punya ide membuat olahan durian dengan menggandeng tetangganya yang merupakan agen buah durian. Tak hanya mengajak tetangganya berkolaborasi, Mia juga menggandeng seorang kenalan yang terkena PHK untuk menjadi kurir.

"Produknya es krim durian. Tetangga saya yang agen durian itu dagangannya lagi mengalami penurunan. Saya ambil duriannya, saya olah jadi es krim, dan yang jadi kurir itu teman saya yang kerjaannya berhenti total saat pandemi," jelas Mia.

Berbagai olahan ini dijual melalui Pojok Lokal yang ada di tokonya. Ia mengatakan, terobosan yang dilakukannya ini setidaknya bisa membuat dirinya dan orang-orang di sekitarnya bisa bertahan di masa-masa sulit.

Dengan perkembangan bisnisnya saat ini, Mia ingin menjadi bagian yang mengubah kehidupan di lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Selain tokonya yang kini berukuran jauh lebih besar, yaitu 5x10 meter, Mia juga mendirikan rumah kos. Semua ini berkat ketekunannya merawat Toko SRC Joyo Roto.

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT