Begini Cara Bedakan Minyak Kayu Putih yang Murni & Oplosan

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Begini Cara Bedakan Minyak Kayu Putih yang Murni & Oplosan

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 10:14 WIB
Minyak Kayu Putih
Foto: detikcom/Andhika Prasetia
Timor Tengah Utara -

Minyak kayu putih telah terkenal sebagai obat tradisional untuk meredakan bermacam penyakit. Saking punya banyak manfaat, minyak kayu putih hampir digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Tak hanya itu, di wilayah seperti Kota Kecil Wini, Kabupaten Timor Tenga Utara (TTU), produksi minyak kayu putih pun kerap menjadi oleh-oleh andalan bagi para wisatawan.

Berbeda dengan minyak kayu putih yang kini marak dijual di pasaran, minyak kayu putih produksi Wini masih dibuat dengan cara tradisional melalui penyulingan. Selain itu, bahan dasarnya tidak menggunakan campuran apapun.

Pengusaha minyak kayu putih di Wini, Amros mengatakan untuk satu kali pembuatan minyak kayu putih paling tidak memerlukan 4 karung berisi daun kayu putih. Adapun 1 karung biasanya beratnya sekitar 25 kg.

Nantinya, daun akan dimasukkan ke tong untuk dimasak dengan api. Rebusan daun kayu putih nantinya akan menghasilkan uap, yang akan didinginkan kembali melalui pipa. Proses ini nantinya akan menghasilkan dua macam, yakni air dan minyak kayu putih. Massa minyak kayu putih yang lebih ringan akan membuat minyak kayu putih berada di atas.

"Air di bawah, minyak di atas. Lalu, air (nanti) dibuang ke bawah, minyak tertampung di botol terakhir. Begitu terus sampai 5-6 jam, kalau sudah tidak ada minyaknya baru kita lepas dari induk pipanya," ujar Amros kepada detikcom baru-baru ini.

Lantaran masih murni menggunakan daun kayu putih saja, minyak yang dihasilkan pun memiliki karakteristik berbeda dari minyak kayu putih yang dijual di pasaran atau oplosan. Amros mengatakan minyak kayu putih asli memiliki bau yang lebih kuat dan menyengat dibandingkan minyak kayu putih oplosan.

"Kadar minyaknya banyak, (sehingga) harumnya tercium menyengat," ungkapnya.

Selain itu, minyak kayu putih murni dan oplosan juga bisa dibedakan dari warnanya. Amros menyebut minyak kayu putih oplosan atau yang sudah dicampur biasanya berwarna agak keruh.

"Membedakan minyak kayu putih yang campuran dia agak kuning keruh, tidak jernih. Kalau yang jernih itu yang bagus dan kadar minyaknya tinggi," imbuhnya.

Baca Selanjutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT