ADVERTISEMENT

Program Ekonomi Biru KKP Dinilai Tawarkan Peluang Usaha bagi Startup

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 16:34 WIB
KKP
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusung lima program Ekonomi Biru dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Program itu pun dinilai menawarkan banyak peluang usaha, khususnya bagi para startup.

Kelimanya meliputi perluasan kawasan konservasi dengan target 30% dari wilayah perairan Indonesia, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, dan pengembangan budidaya laut, pesisir dan darat yang ramah lingkungan. Selanjutnya penataan pemanfaatan ruang laut, pesisir, dan pulau kecil, serta pengelolaan sampah laut melalui program Bulan Cinta Laut.

"Potensi usaha bidang kelautan dan perikanan ini sangat besar, dan harapan kami dengan adanya lima program Ekonomi Biru bisa menjadi bahan bagi temen-temen startup untuk meyakinkan investor berinvestasi. Investor bisa masuk lewat ekosistem yang telah mereka (startup) bangun," ujar Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).

Hal ini disampaikannya dalam program talkshow Bincang Bahari Edisi 7 bertemakan Ekonomi Biru di Mata Startup yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat KKP di Jakarta, hari ini.

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Erwin Dwiyana menjelaskan potensi pasar perikanan di dalam maupun luar negeri sangat besar. Untuk di dalam negeri dapat dilihat dari terus meningkatnya Angka Konsumsi Ikan Nasional dari tahun ke tahun, di mana tahun 2021 tercatat sebesar 55,37 kg per kapita.

Nilai perdagangan produk perikanan di pasar global juga meningkat. Jika tahun 2020 angkanya mencapai US$ 152 miliar, tahun 2021 meningkat menjadi US$ 164 miliar berdasarkan laporan Rabobank Market Research. Udang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

"Profil pasar ekspor kita, sejauh ini Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan nilai ekspor terus meningkat. China, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa juga menjadi tujuan ekspor produk perikanan kita, dan nilainya terus meningkat juga," ungkap Erwin.

Direktur Perbenihan Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Nono Hartanto mengungkapkan peran teknologi digital sangat dibutuhkan untuk mendorong produktivitas dan kualitas hasil budidaya dalam negeri sesuai prinsip Ekonomi Biru.

Sayangnya, saat ini masih minim pembudidaya yang mengedepankan teknologi digital sebagai penyokong aktivitas produksi. Untuk itulah peran startup menurutnya sangat penting dalam mendukung digitalisasi perikanan budidaya di Indonesia.

Baca selengkapnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT