Program Ekonomi Biru KKP Dinilai Tawarkan Peluang Usaha bagi Startup

ADVERTISEMENT

Program Ekonomi Biru KKP Dinilai Tawarkan Peluang Usaha bagi Startup

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 16:34 WIB
KKP
Foto: dok. KKP

Misalnya dalam hal teknologi pengelolaan air dan kesehatan ikan, desain kolam, tambak maupun keramba jaring apung, pemetaan lokasi tambak, pemberian pakan, hingga peralatan pendukung kegiatan budidaya lainnya yang kebanyakan masih impor.

"Inilah hal-hal yang masih sangat terbuka untuk teman-teman startup untuk berkecimpung di dalam budidaya ikan. Kami juga berharap digitalisasi ini bisa menguntungkan pembudidaya, dengan memperpendek jalur penjualan sehingga tidak lagi melalui pengumpul yang akhirnya margin yang diterima pembudidaya menjadi kecil," tutur Nono.

Di sisi lain, CEO Kalikan Dian Rachmawan menilai kolaborasi antara pemerintah dan startup memang sangat penting dalam implementasi program Ekonomi Biru pada sektor kelautan dan perikanan. Pihaknya belum lama ini telah menyepakati kerja sama dengan KKP melalui Ditjen PDSPKP dalam hal pengembangan pemasaran ikan hias air tawar di Indonesia. Salah satunya akan digelar pameran ikan hias air tawar berskala internasional di Jakarta pada 14-16 Oktober 2022.

Selain itu, pihaknya juga siap memberikan dukungan data yang dapat digunakan sebagai acuan pembuatan regulasi dan maupun program kerja di masa depan.

"Kami punya tiga nilai, pertama ekonomi berbasis kerakyatan, eksotis, ekologis. Nilai-nilai ini mengedepankan prinsip keberlanjutan, sama halnya dengan Ekonomi Biru. Meski masih muda, kami punya tekad menjadi pusat keunggulan hias air tawar di dunia," imbuhnya.

Untuk mencapai target sebagai pusat keunggulan ikan hias air tawar, pihaknya mengadopsi solusi digital salah satunya melalui pembangunan marketplace. Kemudian solusi fiskal berupa penguatan komunitas, pembangunan taman ikan hias air tawar yang di dalamnya berisi kegiatan edukasi hingga pameran.

People Strategic & Development eFishery Dimas Sandya menyebut sektor perikanan adalah masa depan dunia karena berkaitan dengan ketahanan pangan. Konsumsi protein yang berasal dari ikan budidaya khususnya, jumlahnya terus meningkat dan menjadi komponen penting dalam ketahanan pangan.

Diakuinya Indonesia adalah negara peringkat dua terbesar dalam hal potensi perikanan air tawar dan laut. Indonesia juga memiliki lahan yang cukup luas untuk kegiatan budidaya, serta sumber daya manusia yang cukup banyak untuk mendukung kegiatan tersebut.

Peluang itulah yang dikelola eFishery dengan menghadirkan solusi teknologi budidaya ramah lingkungan yang produktif.

"Pasar ekspor sangat potensial dan Efishery berusaha melibatkan diri dalam komoditas di antaranya udang, ikan bandeng, nila melalui komunitas budidaya kami," jelasnya.

Sementara itu, CEO Fishlog Bayu Anggara mengapresiasi rencana kebijakan penangkapan ikan terukur yang menjadi bagian dari Program Ekonomi Biru KKP. Kebijakan ini menurutnya sejalan dengan usaha rintisannya, karena pihaknya melakukan digitalisasi coldstorage di Indonesia menjadi terintegrasi.

Dengan sistem tersebut, Fishlog ingin menghadirkan kestabilan harga ikan, kualitasnya, serta meningkatkan kepercayaan pembeli lantaran ikan-ikan tersimpan dan terdata dengan baik. Saat ini pihaknya sudah mendigitalisasi 27 cold storage di Indonesia dengan total 5.000 metrik ton.

"Uniknya ikan ini ketika ikan ditransportasikan, bisa dateng dari mana aja. Ikan dari Banyuwangi misalnya bisa kita bawa ke Jakarta, ikan dari Medan, misalnya bisa dibawa ke Surabaya, dan seterusnya. Ini artinya ketika ikan kita tangkap di satu daerah dan ini bisa dikonsumsi di daerah lain, akibatnya data ini jadinya kurang bisa menunjukkan kestabilan (stok) ikan," tuturnya.

"Itulah mengapa inisiasi bagus sekali yang diberikan oleh KKP yaitu penangkapan ikan terukur, supaya tau ikan-ikan yang ditangkap di area tersebut bisa dicatat dan bisa dilacak. Ini langkah awal yang mungkin bisa kita kolaborasikan," sambungnya.

Di sisi lain, Public Policy Aruna Rian Fiqi Saputra juga ikut mengapresiasi program Ekonomi Biru KKP. Pihaknya bahkan siap berkontribusi dalam implementasi program Ekonomi Biru, di antaranya yang sudah dilakukan yakni memberikan edukasi dan fasilitas alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan.

"Lima program itu memberi peluang bagi kami untuk berkontribusi dalam mewujudkan Ekonomi Biru," ucap Rian.


(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT