Waduh! Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk Nih soal Ekonomi

ADVERTISEMENT

Waduh! Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk Nih soal Ekonomi

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 17:05 WIB
Poster
Menteri Keuangan Sri Mulyani/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membawa kabar buruk soal kondisi ekonomi di 2023. Suku bunga yang tinggi di berbagai negara berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi global terkoreksi ke bawah.

Sri Mulyani mengatakan kondisi ini dapat menciptakan stagflasi. Stagflasi adalah situasi di mana pertumbuhan ekonomi melambat, disertai dengan kenaikan harga (inflasi).

"Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi global 2023 yaitu potensi koreksi ke bawah. Inflasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat menciptakan situasi stagflasi," kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Sri Mulyani menyebut negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) bahkan berpotensi mengalami resesi pada 2023. Padahal negara maju tersebut merupakan penggerak perekonomian dunia.

"Negara maju seperti AS dan Eropa yang juga merupakan penggerak perekonomian dunia berpotensi mengalami resesi pada 2023," ucapnya.

Inflasi di negara-negara maju yang sebelumnya selalu single digit atau mendekati 0% dalam 40 tahun terakhir, sekarang melonjak mencapai double digit. Bahkan inflasi di Turki mencapai 80,2% dan di Argentina mencapai 78,5%.

Inflasi yang sangat tinggi ini telah mendorong respons kebijakan moneter yang dengan sangat agresif menaikkan suku bunga. Bank Sentral AS (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, artinya sejak kenaikan pertama pada Maret 2022 kenaikan sudah mencapai 300 basis poin.

"Kenaikan suku bunga di berbagai negara, terutama negara maju jelas akan meningkatkan cost of fund dan mengetatkan likuiditas yang harus kita waspadai secara sangat hati-hati," tuturnya.

Sri Mulyani menyebut gambaran soal gejolak ekonomi ini bukan untuk menakuti-nakuti, melainkan agar dapat diantisipasi bersama-sama.

"Kami menyampaikan gambaran gejolak ekonomi global saat ini tidak untuk membuat kita khawatir dan gentar, namun untuk memberikan sense bahwa gejolak perekonomian tahun ini dan tahun depan yang akan kita hadapi bersama harus dapat diantisipasi, dikelola dengan hati-hati dan prudent," tandasnya.



Simak Video "Daftar Provinsi-Daerah yang Diganjar Pemerintah Rp 10 M"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT