Ma'ruf Amin Mau Jalur Rempah Hidup Lagi, Bukan Jalur Sutera

ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin Mau Jalur Rempah Hidup Lagi, Bukan Jalur Sutera

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 17:07 WIB
Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin/Foto: Setwapres
Jakarta -

Indonesia disebut memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Seperti rempah yang juga menjadi sumber kekayaan.

Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin mengharapkan jalur rempah ini dihidupkan kembali. "Indonesia saat ini memiliki banyak kreasi produk. Ada produk rempah yang di negara lain tidak ada. Saya mengusulkan jalur rempah dihidupkan, bukan jalur sutera," kata dia dalam pembukaan ISEF di JCC, Kamis (6/10/2022).

Dia menjelaskan saat ini Indonesia adalah negara yang memiliki produk pertanian, perkebunan, kelautan, pertambangan sampai fashion. Namun sayangnya kekayaan ini tak ada yang menghubungkan.

Ma'ruf mengungkapkan dibutuhkan pihak yang mampu mendorong untuk memasarkan dan melakukan hilirisasi untuk pengembangan produk rempah tanah air. Oleh karena itu dia mendorong gerakan global halal hub yang diharapkan bisa menjadi penghubung.

Dia menjelaskan melalui global halal hub ini, diharapkan UMKM dan pemangku kepentingan lainnya terintegrasi dalam ekosistem halal dan bisa mempermudah peningkatan kualitas dan daya saing produk dan jasa halal.

Menurutnya, pengusaha sebagai off-taker perlu dimasifkan agar produk-produk pertanian, perkebunan, maupun kelautan bisa menembus pasar global.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, Global Halal Hub merupakan wadah untuk bersinergi dalam mempercepat pengembangan produk halal unggulan lokal berorientasi global. Menurut Perry ini juga merupakan salah satu upaya konkret dari penyelenggaraan ISEF ke-9 tahun ini.

Dia menambahkan dalam pertemuan telah diinisiasi upaya penguatan. "Termasuk melalui penyusunan roadmap Global Halal Hub dan penguatan peran aggregator dalam mendukung pengembangan UMKM produk halal," ujar Perry.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT