Erick Thohir Buka Suara Respons soal MRT Caplok KCI

ADVERTISEMENT

Erick Thohir Buka Suara Respons soal MRT Caplok KCI

Herdi Alif Al Hikam, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 29 Okt 2022 16:00 WIB
Rute MRT Jakarta penting diketahui sebelum menaiki transportasi tersebut. Tujuannya agar penumpang dapat memilih stasiun MRT terdekat dengan lokasi tujuan.
Foto: Istimewa: Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Salah satu yang dibahas adalah konsolidasi aset pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Erick mengatakan, ada peluang melakukan konsolidasi antara PT MRT Jakarta (Perseroda), PT LRT Jakarta, dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pihaknya sangat terbuka dengan potensi itu.

"Makanya salah satu pertemuan dengan pak Heru, bisa nggak kita konsolidasi beberapa aset antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Contohnya ketika kita bicara transportasi yang ada antara MRT, LRT, Commuter Line, itu kan bisa disinergikan," kata Erick usai acara HUT Kalla Group di Hotel Kempinski, Jumat (28/10/2022).

Erick ingin mencontoh Singapura dan Inggris yang memiliki satu payung yang tidak terpisah antara pemerintah pusat dan daerah. Rencana ini sempat juga disampaikannya kepada eks Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

"Kita contoh Singapura atau London itu ada satu payung yang tidak terpisah antara pusat dan daerah, nah itu yang sedang dibicarakan. Dan itu tujuan awal ketika saya juga ketemu pak Anies di awal minggu pertama saya menjabat, kan ini salah satu yang didiskusikan," ujar Erick.

Terkait rencana akuisisi PT KCI oleh Pemprov DKI Jakarta, ia enggan komentar banyak. Menurutnya belum ada diskusi lanjutan sehingga belum ada bisa yang dibicarakan.

"Belum diskusi, jadi saya belum ngomong yang belum diskusi," ungkapnya.

Menurutnya rencana akuisisi itu harus dihitung secara matang. Pasalnya ada potensi langkah tersebut akan mempengaruhi harga tiket.

"Kan semuanya harus dihitung, harus digabungkan. Sekarang kembali, begitu digabungkan nanti tarif keretanya naik, mau nggak?," ujar Erick.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT