Perusahaan Minyak Goreng Bantah Ada Kumpul-kumpul buat Kongkalikong Harga

ADVERTISEMENT

Perusahaan Minyak Goreng Bantah Ada Kumpul-kumpul buat Kongkalikong Harga

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 19:45 WIB
Sidang Lanjutan Perkara Minyak Goreng di KPPU
Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

Perusahaan minyak goreng membantah bahwa ada pertemuan asosiasi produsen minyak goreng untuk membahas atau menyepakati kenaikan harga. Sebanyak 27 perusahaan kompak membantah hal tersebut pada persidangan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Seperti yang disampaikan oleh produsen merek minyak goreng Bimoli, PT Salim Ivomas Pratama. Kuasa hukum perusahaan, Ignatius andy, membantah adanya pembahasan khusus mengenai harga yang dilakukan oleh Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI).

"Tidak ada pertemuan AIMI mengenai harga minyak goreng. Pada 21-22 Oktober hanya ada pertemuan inisiatif dari pemerintah, Hadirnya sebagian dari kami AIMI kemudian GIMNI dan dewan minyak sawit Indonesia," ungkapnya, dalam siang di kantor KPPU, Senin (7/11/2022).

Perusahaan meminta investigator KPPU memberikan bukti dipersidangan itu jika memang ada rapat tersebut yang membahas soal kenaikan harga.

"Oleh karena itu jika benar bapak investigator bisa membuktikan pertemuan itu membahas harga minyak goreng. Mari kita buka di persidangan ini,"jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT Smart Tbk), mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng merupakan hal yang spontan dilakukan oleh perusahaan. Alasannya pun karena masih tingginya harga bahan baku minyak goreng, CPO.

"Reaksi spontan yang di dalam suatu pasar tidak bisa dikatakan penetapan harga. Kenapa harga dan CPO di periode Maret-Mei itu tidak bergerak, simply karena harga regulasi pemerintah di bulan pertengahan maret HET yang tidak efektif, membuat pasar tidak sehat makanya hanya 2,5 bulan HET dicabut. Pelaku pasar menaikan harga, that is spontan, mereka tidak telepon-teleponan," jelasnya

"Tidak ada bukti itu. Itu spontan reaksi. Bukan perjanjian, tidak selamanya harga CPO itu selalu bergerak," tutupnya.

(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT