Anak BUMN Pasok 200 Ton Pupuk buat Pengembangan Benih Padi dan Palawija

ADVERTISEMENT

Anak BUMN Pasok 200 Ton Pupuk buat Pengembangan Benih Padi dan Palawija

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2022 15:30 WIB
Antisipasi kelangkaan pupuk sekaligus memenuhi kebutuhan petani jelang musim tanam, Pupuk Kaltim menyiapkan pupuk Urea non subsidi.
Ilustrasi/Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalin kerja sama pengembangan benih padi dan palawija bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) Jawa Timur. Hal ini dilakukan menjelang persiapan musim tanam periode 2022 dan 2023.

Kerja sama ini berupa pendampingan pengolahan lahan pertanian dan pengaplikasian pupuk untuk pembibitan menggunakan produk Pupuk Kaltim, agar kebutuhan bibit unggul bagi petani selama musim tanam dapat terpenuhi dengan baik.

VP Marketing Business Partner Retail Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan kerja sama dengan DipertaKP Jawa Timur akan dilaksanakan pada lahan seluas 253 hektare (Ha), yang diperkirakan butuh ketersediaan pupuk mencapai 200 ton untuk tiap musim tanam.

Tahap awal dilaksanakan sosialisasi produk bagi UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija se-Jawa Timur, sehingga bisa diaplikasikan secara maksimal dalam mendorong produktivitas lahan dan benih.

"Produk yang akan digunakan diantaranya Biodex dan Ecofert, sebagai produk hayati Pupuk Kaltim yang sangat sesuai pada berbagai jenis lahan untuk proses soil treatment maupun pembuatan pupuk organik," kata Yusva dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/11/2022).

Biodex dan Ecofert merupakan paket pengolahan lahan yang sudah terbukti kualitas serta efektivitasnya dalam menjaga daya dukung lahan agar tetap sehat dan berkelanjutan. Biodex diproduksi Pupuk Kaltim sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan, untuk membantu perbaikan kualitas tanah pertanian.

"Selain itu Biodex juga bisa dimanfaatkan sebagai biopestisida untuk memproteksi tanaman agar tahan terhadap serangan penyakit, karena memiliki kandungan bakteri Trichoderma sp. didalamnya," tandas Yusva.

Sementara Ecofert, memiliki kandungan Aspergillus niger dan Pseudomonas Mendocina, yang mampu menambat nitrogen dan melarutkan fosfat sehingga efisiensi dan efektivitas pemupukan pun lebih meningkat.

"Pada perlakuannya, petani harus melakukan pemupukan secara berimbang agar sifat biologis, fisika dan kimia tanah selalu terjaga. Sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan mencapai produktivitas yang optimal," tambah Yusva.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT