PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan seluruh channel untuk melayani jemaah haji Indonesia melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI telah mengumumkan Fase I pelunasan haji dimulai 24 November hingga 23 Desember 2025 untuk keberangkatan Haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah.
"Kesiapan ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik. Jemaah haji yang akan melunasi Bipihnya dapat melakukan melalui channel seperti Kantor Cabang BSI di seluruh Indonesia yang berjumlah 1.039, layanan BSI Agen dengan total 110 ribu di seluruh Indonesia atau melalui mobile banking BYOND by BSI," ujar Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).
Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, BPIH reguler jemaah haji indonesia sebesar Rp 87.409.365,45. Besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan oleh jemaah pun berbeda sesuai embarkasi. Adapun biaya yang dibayarkan nasabah sebagai pelunasan adalah selisih antara besaran Bipih per embarkasi dikurangi setoran awal sebesar Rp25 juta.
Berikut besaran Bipih jemaah haji:
- Embarkasi Aceh sebesar Rp 45.109.422
- Embarkasi Medan sebesar Rp 46.163.512
- Embarkasi Batam sebesar Rp 54.125.422
- Embarkasi Padang sebesar Rp 47.869.922
- Embarkasi Palembang sebesar Rp 54.206.922
- Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp 58.542.722
- Embarkasi Solo sebesar Rp 53.542.722
- Embarkasi Surabaya sebesar Rp 60.645.422
- Embarkasi Balikpapan sebesar Rp 55.575.922
- Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp 55.538.922
- Embarkasi Makassar sebesar Rp 55.893.179
- Embarkasi Lombok sebesar Rp 54.951.822
- Embarkasi Kertajati sebesar Rp 58.559.022
- Embarkasi Yogyakarta sebesar Rp 52.955.422
Dari total kuota haji Indonesia 2026 sebanyak 221.000 orang, sebanyak 203.320 merupakan jemaah haji reguler Indonesia, sisanya jemaah haji khusus. Dari jumlah tersebut, nasabah tabungan haji yang berhak lunas Tahap I di BSI mencapai 164.319 jemaah atau sekitar 81.5% dari total jemaah haji Indonesia. Adapun dari sisi geografisnya, nasabah berhak lunas tabungan haji BSI terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Anton mengatakan BSI memastikan kesiapan seluruh layanan e-channel dapat berjalan baik dan dapat diakses secara mudah, aman, dan cepat. Adapun nasabah yang akan melunasi biaya BPIH-nya melalui mobile banking BYOND by BSI dapat mengikuti langkah berikut:
1. Buka aplikasi BYOND by BSI
2. Login
3. Pilih menu "Bayar" lalu menu "Haji dan Umroh"
4. Pilih menu "Pelunasan Haji" lalu pilih nomor rekening yang akan dijadikan sumber pembayaran
5. Masukkan nomor porsi yang akan dilunasi lalu masukkan nomor Pin BYOND by BSI
6. Konfirmasi data, dan apabila telah sesuai klik "Selanjutnya"
7. Transaksi berhasil, nomor porsi telah dilakukan pelunasan
8. Nasabah menerima resi pelunasan haji
Lebih lanjut, Anton mengatakan haji menjadi momen penting bagi BSI untuk melayani tamu Allah secara optimal.
"Apalagi 83% calon jemaah haji Indonesia merupakan nasabah BSI. Untuk itu, kami akan mengawal dan memastikan betul layanan pelunasan haji melalui BSI berjalan lancar," imbuhnya.
BSI juga memperkuat sistem keamanan transaksi digital untuk menjamin perlindungan data dan dana nasabah. Selain itu, edukasi mengenai tahapan pelunasan dan kesiapan dokumen terus dilakukan melalui official channel BSI, media sosial, call center BSI Call 14040, dan informasi di kantor cabang.
Bank juga aktif mengingatkan nasabah untuk melunasi Bipih agar tidak terlewat. Sebab pada tahun ini, ada pendekatan berbeda dari pemerintah di mana sebelum melakukan pelunasan calon jemaah harus memiliki surat istitoah dari Puskesmas. Jika jemaah sudah memiliki sertifikat istitoah, mereka dapat melakukan pelunasan Bipih melalui Bank.
Selain mengingatkan fase pelunasan, BSI juga mengedukasi jemaah haji terkait keamanan transaksi di mana jemaah diimbau untuk bertransaksi menggunakan kartu Mabrur sehingga lebih aman karena tidak perlu membawa uang tunai. Dengan kartu mabrur, jemaah dapat melakukan tarik tunai di mesin ATM di Saudi, atau bertransaksi menggunakan kartu debit atau kartu kredit.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI Hasan Afandi mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan terkait sistem pelunasan haji kepada masyarakat.
"Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus mensosialisasikan pelunasan haji kepada masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi di bank-bank syariah, termasuk BSI yang mendominasi calon jemaah haji Indonesia. Kami berharap musim haji mendatang 100% calon jemaah haji Indonesia berangkat," ujarnya.
"Saat ini Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Arab Saudi terkait kesiapan kedua negara untuk layanan jemaah haji Indonesia," pungkasnya.
Simak Video "Jadi Pahlawan UMKM, BRI Sabet Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau"
(prf/ega)