×
Ad

Lama Tak Terdengar Kabar, ASDP-Pelni Jadi Digabung ke Pelindo?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 10 Des 2025 18:00 WIB
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, Tri Andayani, buka suara terkait rencana pembentukan holding BUMN sektor maritim. Rencananya, holding ini melibatkan tiga BUMN pelayaran yakni Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelabuhan Indonesia.

Dalam hal ini, Andayani menegaskan pihaknya belum mendapatkan arahan lebih jauh terkait rencana peleburan BUMN sektor maritim ini, baik itu dari pemerintah maupun dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Sehingga menurutnya terakhir ketiga perusahaan tersebut baru melakukan kajian dan koordinasi. Pada tahap awal, Pelindo direncanakan akan menjadi induk usaha.

"Belum, belum ada. Masih yang terakhir waktu itu saja," jawab Andayani singkat kepada wartawan usai Press Briefing Angkutan Nataru Pelni, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Di sisi lain, dalam catatan detikcom Chief Operating Officer Danantara (COO) Dony Oskaria sempat memaparkan 21 program kerja yang bakal diselesaikan hingga akhir tahun 2025, yang mencakup restrukturisasi di sejumlah sektor strategis, konsolidasi dan streamlining dari berbagai bisnis BUMN dan pengembangan bisnis.

Namun dalam rencana program strategis ini tidak ada pembahasan terkait pembentukan holding BUMN maritim. Alih-alih peleburan Pelni dan ASDP ke Pelindo, Danantara fokus dalam pengembangan bisnis galangan kapal nasional.

Andayani mengatakan terkait dengan rencana pengembangan bisnis galangan kapal tersebut, tentu Pelni tidak ambil bagian dan tidak banyak terlibat. Sebab Pelni hanya bekerja sebagai operator kapal penumpang maupun kapal pengangkut, tidak memiliki usaha di sektor galangan kapal sama sekali.

"Sejauh ini terkait dengan industri galangan kapal, tidak terkait dengan kami. Kalau kami itu kan operator kapalnya, sehingga pembahasan mengenai industri ini belum dibahas dengan kami," ucapnya.

"Tapi kalau secara roadmap besarnya tentu Danantara juga memegang roadmap kami. Kami akan menuju ke arah jumlah kapal berapa di setiap tahunnya untuk 10 tahun ke depan, dan saya rasa itu akan disinkronkan dengan industri galangan kapal nasional," sambung Andayani.

Sebagai informasi, sebelumnya rencana penggabungan tiga BUMN sektor transportasi laut ini sudah diinisiasi sejak 2024 lalu saat Danantara belum terbentuk, dan Kementerian BUMN masih dipimpin oleh Erick Thohir.

"Kita rencana Pelindo ini pun, kita akan menggabungkan Pelni dan ASDP menjadi suatu kekuatan besar di laut," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (4/11/2024) lalu.

Selanjutnya Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko juga sempat mengungkapkan rencana penggabungan tiga perusahaan sektor maritim ini masih terus berjalan. Dalam hal ini, rencananya ASDP dan Pelni akan dilebur ke Pelindo.

Menurutnya ada dua alasan penggabungan tersebut. Pertama, untuk menurunkan biaya logistik di moda transportasi laut. Kedua, agar ekosistem transportasi laut makin terintegrasi dengan jangkauan yang lebih luas lagi.

Dalam hal ini, Tiko mengatakan proses holdingisasi tiga BUMN tersebut masih dalam tahap kajian. Ia menargetkan proses kajian tersebut akan selesai pada kuartal I 2025.

"Nah itu sedang kita kaji, ada kajian hukumnya sedang kita kaji, termasuk kajian ekonomi nya. Mungkin nanti triwulan 1 akhir lah kita share hasilnya seperti apa," kata Tiko saat ditemui wartawan saat kunjungan di Gardu Induk Listrik PLN UIP2B Jamali, Depok, Sabtu (28/12/2024).

Namun sejak Danantara resmi beroperasi dan sebagian besar kepemilikan saham Pelni dialihkan ke Badan Pengelola Investasi tersebut, rencana penggabungan tiga BUMN ini tak lagi terdengar.

Lihat juga Video 'Sempat Bocor, Tanggul di Kawasan Pelindo Muara Baru Sudah Ditambal':




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork