Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga CEO JP Morgan Jamie Dimon serta para pemimpin politik, bos perusahaan ternama global, dan pelopor teknologi dijadwalkan hadir di Davos, Swiss untuk pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).
WEF menyatakan lebih dari 3.000 delegasi dari 130 negara lebih akan hadir tahun ini, termasuk di antaranya 64 kepala negara dan pemerintahan, khususnya dari negara-negara berkembang. Kemudian daftar itu juga mencakup 400 pemimpin politik, 850 bos perusahaan terkemuka, dan 100 pelopor teknologi.
Meski begitu, ada beberapa nama besar di antara mereka sebelumnya direncanakan untuk hadir namun batal karena berbagai alasan, misalnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang dijadwalkan hadir, namun pada Selasa (20/1) kemarin dikonfirmasi bahwa ia tidak akan datang.
Presiden China Xi Jinping juga dikonfirmasi tidak ada dalam daftar peserta WEF, begitu pula para pemimpin dari Brasil dan India. Sementara nama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Italia Giorgia Meloni belum masuk dalam daftar peserta meski sebelumnya kedua sosok ini dilaporkan akan hadir.
Lebih lanjut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga tidak disebutkan dalam daftar peserta WEF, namun besar kemungkinan ia akan tetap berada di negaranya mengingat Negeri Sakura akan mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari. Namun yang menjadi sorotan, perwakilan dari Greenland dikonfirmasi juga tak hadir seiring memanasnya perselisihan negara semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark itu dengan AS.
"Perwakilan pemerintah Denmark diundang dan memutuskan untuk tidak hadir," kata juru bicara WEF seperti dikutip dari CNBC, Rabu (21/1/2026).
Keputusan Greenland untuk tidak hadir ini menggarisbawahi betapa tegangnya tensi dalam pertemuan tahunan para elite global tersebut kali ini. Terutama setelah Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mencaplok Greenland.
"Keputusan mengenai kehadiran adalah urusan pemerintah yang bersangkutan. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pemerintah Denmark tidak akan diwakili di Davos minggu ini," jelas juru bicara WEF dalam sebuah pernyataannya lagi.
(igo/ara)