Presiden Prabowo Subianto memamerkan sederet gebrakan yang dilakukan pemerintahannya usai meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), khususnya dalam pengelolaan BUMN.
Ia ingin Danantara bisa dikelola sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Danantara diizinkan merekrut ekspatriat atau Warga Negara Asing (WNA) untuk memimpin lembaga tersebut ataupun BUMN yang berada di bawah kelolaannya.
"Kita ingin manajemen yang sesuai dengan standar internasional. Saya mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat, warga negara asing untuk bergabung ke Danantara. Kita ingin pemikir terbaik ada di Danantara," sebut Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) malam kemarin.
Dalam catatan detikcom, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebagai BUMN sudah memulai pengangkatan direksi WNA. Keduanya yakni Balagopal Kunduvara yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Neil Raymond Mills yang menjabat Direktur Transformasi.
Di sisi lain dalam jajaran pejabat tinggi Danantara sederet orang asing sudah bertengger menempati jabatan penting, misalnya di jajaran Dewan Penasihat, ada investor kawakan AS Ray Dalio dan F. Chapman Taylor, ekonom AS Jeffrey Sachs, dan juga eks PM Thailand Thaksin Shinawatra. Kemudian ada Managing Director Risk and Sustainibility Danantara Lieng-Seng Wee dan juga Komite Investasi dan Portofolio Yup Kim.
(hal/ara)