×
Ad

Nasib Tokopedia Usai Diterjang Badai PHK

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2026 06:25 WIB
Ilustrasi.Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara soal dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kinerja Tokopedia. Hal tersebut disampaikan GOTO yang juga pemegang saham Tokopedia.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (4/7/2026). GOTO menggenggam 24,99% saham Tokopedia. Sementara Bytedance, induk TikTok, memegang mayoritas saham Tokopedia sebesar 75,01%.

GOTO memastikan tidak terdapat dampak material terhadap capaian laba bersih usai PHK. Selain itu, GOTO juga memastikan tidak ada dampak terhadap biaya layanan e-commerce Tokopedia imbas penyesuaian tersebut.

"Khususnya terkait dengan berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/(rugi) bersih PT Tokopedia. Tidak akan ada dampak apapun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari PT Tokopedia," terang Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Sabtu (4/7/2026).

Sebagai salah satu pemegang saham, GOTO meyakini langkah ini bagian dari strategi penyesuaian organisasi. Perseoran juga memastikan dampak yang ditimbulkan dari PHK hanya bersifat terbatas pada akun laba bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.

Investasi GOTO di Tokopedia dilakukan dengan mode ekuitas sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228.

"Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan Ventura Bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas," jelasnya.

Respons TikTok

Sebagai informasi, Manajemen TikTok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia sejak akhir tahun 2023, mengakui sedang melakukan penyelarasan organisasi, khususnya untuk riset dan pengembangan (R&D) di Tokopedia. Sayang TikTok tidak membuka berapa jumlah karyawan yang kena PHK.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok dalam pernyataannya kepada detikcom, dikutip Jumat (3/7/2026).

Ini bukan kali pertama Tokopedia diterpa isu PHK massal. Sejak 75% saham perusahaan diakuisisi TikTok pada akhir 2023 lalu, e- commerce yang telah berusia 17 tahun itu sudah melakukan efisiensi pegawai besar-besaran setiap tahun.

Adapun kabar PHK 90% karyawan pertama kali muncul dalam akun Instagram @ecommurz yang menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK di Tokopedia dan hanya akan menyisakan sekitar 10% karyawan di awal Juli 2026 ini.

Dikonfirmasi soal kabar PHK massal, TikTok menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.




(ahi/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork