×
Ad

Hashim Ungkap Isi Curhatan Prabowo

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2026 19:01 WIB
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengaku sering menerima curhatan dari sang kakak yang kini juga menjabat sebagai orang nomor satu se-Indonesia, Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sering diajak bicara dengan Presiden Republik Indonesia yang juga kakak saya.
Terus ternyata dia banyak curhat sama saya," kata Hashim dalam acara peluncuran Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK), Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2026).

Menurutnya hal yang paling banyak dicurhatkan Prabowo terkait pelaksanaan sejumlah program pemerintahannya yang memiliki tujuan mulia, namun hasilnya masih kurang sempurna. Meski ia enggan menyebutkan lebih jauh program apa yang dimaksudkan Prabowo.

"Program bagus, tujuan bagus, mulia, tapi dalam perjalanannya, implementasinya ya kurang sempurna. Kita sudah saksikan, tidak perlu saya sebutkan. Ya kita saksikan beberapa program yang bagus, tapi implementasinya kurang bagus," ujarnya.

Selain itu, Hashim mengatakan Prabowo juga kerap menyoroti persoalan birokrasi di Indonesia yang menurutnya masih kurang optimal. Namun ia juga tidak merincikan lebih jauh terkait keluhan orang nomor satu se-Indonesia ini.

"Sering sekali Pak Prabowo curhat sama saya, curhat mengenai birokrasi kita, birokrasi Indonesia," ucap Hashim.

Di luar itu, Hashim menilai pelaksanaan program Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) yang resmi meluncur hari ini adalah pengecualian. Sebab menurutnya selama proses penyusunan serta koordinasi antarkementerian dan lembaga berjalan baik.

"Saya mau berikan apresiasi. Ini suatu pencapaian yang luar biasa. Saya mau sampaikan ini suatu luar biasa karena hari ini kita menyaksikan birokrasi Pemerintah Indonesia yang sukses dan berhasil," ujar Hashim.

SRUK merupakan satu sistem terpadu yang menghubungkan kementerian, lembaga, dan registri internasional yang mencatat setiap unit karbon di Indonesia. Sehingga seluruh proses perdagangan karbon baik untuk pasar domestik maupun internasional di Tanah Air akan melalui wadah ini.

Dalam konteks ini, adik Prabowo tersebut mengatakan sudah banyak investor asing yang sudah menyampaikan ketertarikannya terhadap pasar karbon Indonesia.

"Banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia," tegas Hashim.

Saat ditanya investor asing dari mana saja yang tertarik untuk masuk ke pasar karbon Indonesia, adik Presiden Prabowo Subianto ini mencontohkan ada Amerika Serikat (AS), Inggris, Norwegia, hingga Jepang dengan potensi nilai dana yang masuk hingga puluhan miliar dolar.

"Banyak, dari Amerika, dari Inggris, dari Norwegia, dari Belanda, dari Jepang, banyak. (Potensi nilai?) Banyak, itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar ya," jawab Hashim.




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork