×
Ad

123 Aset Pengemplang Pajak Dilelang, Nilainya Rp 24,7 Miliar

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Lelang Aset Pengemplang Pajak.Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melelang beragam aset para penunggak pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat. Lelang ini dilakukan pada periode 22-25 September 2026.

Dalam pelaksanaan lelang kali ini Kemenkeu menjajakan hasil eksekusi pajak dan lelang non eksekusi Barang Milik Negara (BMN) dalam rangka penghapusan, dengan total 123 aset bernilai limit Rp 24,7 miliar.

Secara umum aset yang dilelang tersebut berasal dari 22 sitaan pajak dan 23 tegahan Bea dan Cukai, dengan total tunggakan mencapai Rp 307,4 miliar dari 70 Wajib Pajak di Kanwil DJP Jawa Barat.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II, Hestu Yoga Saksama, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud sinergi Kementerian Keuangan di wilayah Jawa Barat dalam mendukung penegakan hukum di bidang penagihan pajak sekaligus optimalisasi aset negara.

"Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan agenda sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi Kementerian Keuangan," ujar Yoga dalam keterangan tertulis Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Kamis (24/9/2026).

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat, Dudung Rudi Hendratna, menekankan keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari capaian lelang maupun penerimaan yang dihasilkan.

"Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk terus mengampanyekan lelang kepada masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen Kementerian Keuangan terhadap tata kelola pemerintahan yang baik," terang Yoga.

Menurutnya, lelang tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara, tetapi juga dapat menjadi salah satu indikator optimalnya proses bisnis di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya dalam rangkaian proses penerimaan pajak, penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, serta optimalisasi pengelolaan BMN.




(igo/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork