Kasus COVID-19 Global Melonjak, Apa Dampaknya ke Bursa Saham?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 08:00 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Saham-saham di bursa Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin pagi (6/7/2020) setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor tertinggi jumlah kasus virus Corona dalam 24 jam. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada Sabtu bahwa lebih dari 200.000 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi selama 24 jam, menjadi rekor tertinggi.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan saham di bursa Asia. Reuters melaporkan pada akhir pekan bahwa dua kapal induk AS dikirim ke Laut China Selatan selama latihan China.

Dikutip detikcom dari CNBC, di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,36% pada awal perdagangan karena saham konglomerat Softbank Group melonjak sekitar 1,5%. Sementara indeks Topix meningkat 0,45%. Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,58%. Sementara itu saham di Australia menurun karena S&P/ASX 200 tergelincir 0,15%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,05% lebih tinggi. Sementara itu Yen Jepang diperdagangkan pada 107,58 per dolar AS setelah menguat dari level di atas 108 poin pekan lalu.

Harga minyak dunia juga diperdagangkan bervariasi pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik 0,4% menjadi US$ 42,97 per barel. Minyak mentah berjangka AS, di sisi lain, turun 0,57% menjadi US$ 40,42 per barel.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)