Bursa Asia 'Babak Belur' Gara-gara Corona, Jepang Paling Merana

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 09:00 WIB
Virus Corona Terus Menyebar, Bursa Saham Asia Terjun Bebas
Foto: DW (News)
Jakarta -

Perdagangan saham di bursa Asia terus mengalami gejolak karena sentimen negatif investor terhadap perkembangan pandemi virus Corona (COVID-19). Sejumlah investor terus mengamati perkembangan pandemi yang saat ini sudah menjangkit 16 juta pasien di dunia.

Dari keseluruhan indeks saham di bursa Asia, Jepang mengalami pukulan yang terbesar. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (27/7/2020), indeks saham Nikkei 225 dan Topix masing-masing anjlok lebih dari 1%, atau tepatnya 1,31%.

Rapat rutin Bank Sentral Jepang yang digelar pada pertengahan Juli lalu menghasilkan ringkasan opini yang baru dirilis hari ini, menyatakan perekonomian Jepang diperkirakan meningkat secara 'moderat' pada semester II-2020. Namun, Bank Sentral Jepang juga memprediksi perekonomian Jepang tak akan kembali normal seperti sebelum adanya pandemi COVID-19 hingga tahun fiskal 2022.

Sementara, indeks saham Kospi Korea Selatan naik 0,41%. Namun, indeks saham Australia, S & P / ASX 200 hanya melayang-layang di sekitar garis datar. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,06% lebih tinggi.

Dilansir dari CNBC, para investor saat ini masih menaruh perhatian besarnya pada stimulus baru yang akan diterbitkan Amerika Serikat (AS) di tengah pandemi Corona ini. Pada minggu (26/7) kemarin, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan, Partai Republik telah merealisasikan dana bantuan COVID-19 sebesar US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14.543 triliun (kurs Rp 14.600). Meski begitu, menurut data John Hopkins University, dari 16 juta orang yang terinfeksi Corona, seperempat dari angka itu merupakan kasus di AS.

Selain itu, hingga saat ini ketegangan antara AS dan China masih jadi pusat perhatian. Hal ini menyebabkan pada pekan lalu saham China anjlok pada perdagangan Jumat (24/7). Hal ini juga menjadi catatan bagi investor.

Namun, penurunan tajam di saham China akan berubah ke arah positif atau pun semakin parah. Hal itu tergantung pada angka keuntungan yang diperoleh industri di China pada bulan Juni yang akan dirilis pukul 09.30 pagi HK / SIN hari ini.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)