Suspensi Saham Sentul City karena Gugatan Pailit Dicabut

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 10:29 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk mencabut status pembekuan sementara atau suspensi saham PT Sentul City Tbk. Sebelumnya saham berkode BKSL disuspensi lantaran tengah digugat pailit oleh keluarga Bintoro.

Saham BKSL pada 10 Agustus 2020 melalui pengumuman bursa no. Peng-SPT-00007/BEI.PPI/08-2020. BEI pun meminta manajemen Sentul City untuk menjelaskan duduk perkara gugatan tersebut.

Pada 11 Agustus 2020, pihak Sentul City sudah mengumumkan penjelasan atas permintaan BEI tersebut.

Akhirnya BEI memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek BKSL di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan hari ini.

"Bursa mengimbau kepada para pemangku kepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI, Adi Pratomo Aryanto dilansir dari keterbukaan informasi, Rabu (12/8/2020).

Perusahaan kemarin mengunggah surat jawaban dari BEI yang ditandatangani oleh Presiden Direktur Sentul City Tjetje Muljanto dan Direktur Sentul City Rayendra Prasetya.

Perusahaan menjelaskan latar belakang perseroan digugat pailit adalah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan objek kavling matang di Jl Adora Drive No. 15, Cluster Habiture, Sentul City, Bogor.

Kavling matang itu sebelumnya akan diserahterimakan sesuai surat undangan serah terima masing-masing tanggal 18 Maret 2014 dan 20 Agustus 2014. Namun menurut pihak perusahaan keluarga Bintoro tidak memenuhinya.

Sesuai dengan PPJB, pihak pemohon pailit sudah menyerahkan uang ke perusahaan sebesar Rp 29.319.000.000. Penyerahan uang itu dengan ketentuan mengenai kewajiban pembeli untuk membangun kavling matang tersebut.

Atas dasar perkara itu pihak Sentul City merasa tidak memiliki utang kepada pihak pembeli yang menjadi pemohon pailit tersebut. Sebab uang yang sudah diserahkan untuk membeli kavling matang tersebut.

Masih menurut pihak Sentul City, pada undangan serah terima kavling matang tersebut, pihak Bintoro menolak secara lisan. Sentul City juga menyatakan sudah menawarkan relokasi ke unit lain yang harganya sepadan dengan harga jual beli di kavling matang tersebut.



Simak Video "Curug Barong, 'Hidden Gems' Super Jernih di Kawasan Sentul Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)