Ini Produk Investasi yang Sempat Mati Suri tapi Cocok Buat Milenial

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 20:10 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Ada berbagai macam jenis investasi yang berkembang di pasar modal Indonesia. Beberapa yang populer seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain sebagainya. Namun, ada satu jenis instrumen investasi lainnya yang jarang terdengar ke publik yaitu reksa dana exchange traded fund (ETF).

Secara harfiah, reksa dana ETF sebenarnya memiliki bentuk yang serupa dengan reksa dana pada umumnya atau berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Bedanya ETF ini unit penyertaannya diperdagangkan langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sederhananya, investor bisa membeli beberapa produk-produk investasi yang diperdagangkan di BEI dengan harga yang lebih murah ketimbang membeli saham atau obligasi secara langsung. Misal, seorang investor ingin mempunyai beberapa saham bluechip seperti BBCA, UNVR, atau TLKM sekaligus, tapi modal tak cukup untuk membeli ketiganya.

Nah, dengan reksa dana ini, investor bisa punya ketiga saham tadi di portofolio investasinya cukup bermodalkan 1 lot ETF saja yang pastinya lebih murah dari harga masing-masing saham di atas. Saham ini cocok untuk investor ritel (perorangan) terutama milenial yang punya modal terbatas.

"Dia dikenal dengan hybrid product, bentuk reksa dana di satu sisi, tetapi dia seperti saham, equity dicatatkan kemudian dapat diperdagangkan seperti layaknya saham biasa setiap saat sesuai dengan sesi perdagangan di bursa. Itulah kenapa disebut ETF, jadi bentuk fund yang dapat dilakukan perdagangannya di bursa," ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam acara Edukasi Wartawan Pasar Modal secara virtual, Selasa (3/11/2020).

"Sementara reksa dana biasa seperti diketahui tidak dilakukan perdagangannya di bursa tetapi pembelian maupun redemption-nya langsung dilakukan oleh investor kepada para MI penerbitnya," sambungnya.

Meski punya keunggulan yang cukup menggiurkan, sayangnya reksa dana ini tak begitu dikenal masyarakat. Bahkan, sempat diisukan mati suri beberapa tahun lalu.

"Sebelumnya dianggap mati suri gitu tidak banyak variasi instrumen atau produk yang diterbitkan di area ETF ini kemudian market players-nya itu juga sangat terbatas," ucapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2