Bos Perusahaan Teknologi Ini Bagikan Saham Rp 18 T ke Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 12:42 WIB
Ilustrasi Investasi Saham DetikX
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta -

Perusahaan teknologi The Hut Group asal Inggris membagikan saham senilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 18 triliun (kurs 14.160) kepada karyawan yang beruntung. Matt Molding, Pendiri The Hut Group mengatakan sekitar 430 karyawan telah menerima saham gratis itu dalam 10 tahun terakhir.

Molding mengungkap karyawan yang mendapat saham secara gratis itu termasuk manajer, sekretaris, dan pekerja gudang.

"Kami telah menciptakan lebih banyak jutawan daripada perusahaan lain dalam sejarah perusahaan Inggris. Saham itu saya berikan 100%, tidak ada yang harus membayar apapun. Kami benar-benar telah mengubah begitu banyak kehidupan," ujar Molding, dikutip dari New York Post, Kamis (10/12/2020).

Menurut laporan perusahaan kini ada 74 karyawan baru yang mendapatkan saham gratis itu dari sekitar US$ 233.827.475. Namun total sisa US$ 1,3 miliar belum dibagikan ke karyawan.

Molding mendapatkan keuntungan besar sendiri setelah melonjakannya harga saham Hut Group. Ayah dari empat anak ini juga berencana untuk menyumbangkan seluruh gajinya lebih dari US$ 1 juta untuk amal.

"Saya melakukan ini karena saya sangat menyukainya," kata Molding.

Seorang pekerja yang menerima saham senilai sekitar US$ 81.500 mengatakan, dia berencana menggunakannya untuk membiayai masa depan anak-anaknya.

"Saya dari keluarga kelas pekerja dan ini luar biasa, dan rendah hati. Saya memiliki anak kecil dan ini akan memungkinkan saya membantu anak-anak saya," ujar karyawan Hut Group yang tidak ingin disebutkan namanya.

Karyawan lain, seorang manajer senior juga menjual sekitar US$ 133.000 sahamnya untuk membiayai pernikahannya dan menaruh deposit untuk rumah impiannya.

Sebagai informasi, produk Hut Group paling terkenal yakni suplemen kebugaran Myprotein. Perusahaan itu juga mengoperasikan lebih dari 150 situs web untuk pemasok mode fesyen, kecantikan dan nutrisi. Perusahaan, yang terdaftar di Bursa Efek London, saat ini bernilai US$ 8,4 miliar.

(ara/ara)