Imbal Hasil Obligasi AS Meroket, Wall Street Tergelincir

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 09:14 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks utama di Wall Street merosot pada perdagangan hari Selasa waktu setempat. Penyebabnya karena investor menarik dananya dari saham-saham terkait teknologi kelas berat dan berbondong-bondong masuk ke bank-bank yang undervalued dan saham industri.

Melansir Reuters, Rabu (31/3/2021), indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 86,61 poin, atau 0,26% menjadi 33.084,76, S&P 500 turun 12,35 poin, atau 0,31%, menjadi 3.958,74 dan Nasdaq Composite merosot 28,43 poin, atau 0,22%, menjadi 13.031,22.

Aksi para investor itu dorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, untuk Treasury AS 10 tahun mencapai tertinggi dalam 14 bulan. Ssaham Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com dan Broadcom Inc turun dalam kisaran 0,9%-2,7%.

Indeks Nasdaq mengalami kerugian bulanan pertama sejak November. Hal itu disebabkan kenaikan imbal hasil obligasi baru-baru ini yang terutama merugikan saham-saham teknologi.

Prediksi pemulihan ekonomi yang cepat yang didukung oleh peluncuran vaksin dan stimulus yang besar sebelumnya telah mendorong Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencapai rekor baru pada minggu lalu. Sementara Indeks Nasdaq turun sekitar 7% dari posisi tertinggi sepanjang masa di Februari lalu.

Meskipun pasar melemah, saham industri terkait ekonomi naik menuju rekor baru. Saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil yang ada dalam indeks Russell 2000 naik 1,4%. Sementara 8 dari 11 sektor S&P utama berada di zona merah.

(das/fdl)