Obligasi Dragon Bikin Rugi Rp 39 M, Kenali Cirinya Biar Nggak Amsyong

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 21:15 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Investasi berkedok obligasi menelan korban, kali ini bernama obligasi dragon. Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan tersebut, ada 2 tersangka yang ditangkap Polisi pada 25 Mei lalu.

Bareskrim Polri menyebut kerugian yang diakibatkan penipuan ini diperkirakan mencapai Rp 39 miliar. Bagi masyarakat yang melek investasi, tentu sudah mengetahui dan sering mendengar apa itu obligasi.

Namun bagi yang belum tahu jangan sedih, detikcom akan memberikan penjelasannya.

Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/6/2021), obligasi merupakan surat utang atau salah satu efek yang tercatat di bursa di samping efek lainnya seperti saham, sukuk, efek beragun aset maupun dana investasi real estate.

Obligasi dapat dikelompokkan sebagai efek bersifat utang di samping sukuk. Obligasi juga dapat dijelaskan sebagai surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Obligasi dapat diterbitkan oleh korporasi atau perusahaan maupun negara dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu.

Adapun keuntungan dalam investasi obligasi disebut yield. Ada tiga macam yield yang diperoleh investor, antara lain current yield artinya keuntungan yang diperoleh dari pembayaran kupon.

Kemudian Yield to maturity artinya keuntungan jika memegang obligasi hingga jatuh tempo dan Capital gain yield artinya keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dengan harga jual.

Jenis-jenis obligasi di halaman berikutnya.