Tak Cuma Anthoni Salim, Ini 3 Orang Kaya Baru dari Saham DCII

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 12:27 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Saham penyedia layanan data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terus mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Tren penguatan itu terjadi sejak saham DCII tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari 2021.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (16/6/2021) Setelah melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Januari itu pemegang saham terbesar bukanlah Anthoni Salim. Melainkan ada tiga nama di atas Anthoni, yakni Otto Toto Sugiri, Marina Budiman dan Han Arming Hanafia.

Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Otto masih memegang 712.784.905 atau 29,9%, Maria Budiman 536.505.149 atau 22,51%, Han Arming Hanafia 14,11% atau 336.352.227, dan Anthoni Salim 265.033.461 atau 11,12%.

Lantas berapa kekayaan dan jumlah saham DCII yang dimiliki oleh tiga crazy rich di saham DCII itu?

Otto Toto Sugiri

Setelah DCII IPO, hingga Maret 2021, pemegang saham terbesar DCII adalah Otto Toto Sugiri dengan kepemilikan saham 815.055.354 atau 34,19% saham.

Hingga per Mei 2021, laporan terbaru menyebutkan Pria yang akrab dengan panggilan Toto masih memegang 712.784.905 atau 29,9%. Dengan harga IPO Rp 420, valuasi awal uangnya hanya Rp 299 miliar.

Setelah saham DCII di level Rp 50.250, maka valuasi Toto melesat menjadi Rp 36 triliun atau setara US$ 2,48 miliar (kurs Rp 14.500), artinya cuannya tembus Rp 35,70 triliun. Belum lagi jika ditambah dengan penjualan sahamnya sebesar 102.270.449 kepada Salim.

Jika dibandingkan dengan daftar orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2020, dengan kekayaan sebanyak ini Toto akan menempati peringkat 12, berada di atas Martua Sitorus, taipan perkebunan sawit dengan kekayaan US$ 2 miliar.

Selain di DCII, Toto juga memiliki jumlah saham yang signifikan di Indointernet (EDGE). Meskipun begitu jumlah kekayaan Toto dari EDGE tidak sebesar dari DCII, mengingat kapitalisasi pasar EDGE hanya sepersepuluh dari DCII.

Kekayaan Toto dari EDGE ditaksir mencapai Rp 2 triliun atau setara US$ 138,43 juta, dalam bentuk kepemilikan 16,56% saham EDGE yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp 12 triliun.

Toto Sugiri sendiri lahir pada tahun 1953, berkewarganegaraan Indonesia dan kini menjabat sebagai Presiden Direktur DCII. Dia mengawali kariernya sebagai IT General Manager PT Bank Bali pada tahun 1983.

Kemudian menjabat sebagai Direktur PT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989 sampai tahun 2010. Dia merupakan pendiri dari PT Indointernet Tbk (EDGE) dan Bali Camp (di bawah PT Sigma Cipta Caraka). Dia mulai bergabung menjadi Komisaris DCII pada tahun 2012 dan menjabat sebagai Presiden Direktur DCII pada tahun 2016 sampai sekarang.

Lanjut di halaman berikutnya.

Marina Budiman

Marina Budiman berada diurutan kedua setelah Otto sebagai pemegang saham terbesar DCII. Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Maria punya 536.505.149 atau 22,51%. Dengan harga IPO Rp 420/saham, maka valuasi saham Marina mencapai Rp 225 miliar.

Sementara dengan harga saat ini Rp 50.250/saham, maka valuasi sahamnya mencapai Rp 27 triliun atau US$ 1,86 miliar, artinya cuannya mencapai Rp 26,77 triliun. Ini belum ditambah dengan penjualan saham Marina sebelumnya sebanyak 113.022.511 saham, dari kepemilikan sebelumnya yakni mencapai 649.998.770 atau 27,26% saham DCII.

Jika dibandingkan dengan daftar orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2020, Marina akan berada di peringkat 13, tepat berada di antara Martua Sitorus dan Putera Sampoerna (US$ 1,8 miliar).

Marina sendiri merupakan Presiden Komisaris DCII. Dia adalah lulusan University of Toronto pada tahun 1985 dengan gelar Bachelor di bidang finance and economy.

Dia mengawali karirnya sebagai Account Officer PT Bank Bali pada tahun 1985. Bergabung dengan PT Sigma Cipta Caraka sebagai Project Manager pada tahun 1989 sampai tahun 2000, sebagai Chief Financial Officer pada tahun 2000 sampai tahun 2008 dan sebagai Sales and Delivery Director pada tahun 2008 sampai tahun 2010.

Han Arming Hanafia

Han Arming merupakan orang ketiga yang memiliki saham terbesar di DCII. Per Mei, laporan terbaru menyebutkan Han Arming memegang 14,11% atau 336.352.227 saham DCII. Valuasi sahamnya di awal-awal ketika harga DCII masih Rp 420 yakni sebesar Rp 141 miliar.

Sementara itu, valuasi saat ini ketika harga DCII Rp 50.250 yakni Rp 17 triliun atau US$ 1,17 miliar, atau cuannya mencapai Rp 16,85 triliun. Jika total kepemilikannya itu dibandingkan dengan daftar orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2020 lalu, Han Arming akan bertengger di peringkat 28 orang terkaya di Indonesia.

Sama dengan Toto, Han Arming juga memiliki jumlah saham yang signifikan di Indointernet (EDGE). Kekayaan Han Arming dari kepemilikan 7,45% saham EDGE mencapai Rp 903 miliar atau setara US$ 62,27 juta.

Selain tiga orang di atas, Anthony Salim orang terkaya nomor 4 RI versi Majalah Forbes, kekayaannya juga ikut meningkat dengan naiknya harga saham DCII. Salim memiliki 11,12% saham DCII atau sebanyak 256.033.461 saham per Mei, sehingga valuasinya mencapai Rp 12,86 triliun.



Simak Video "Selamat Tinggal! Cheetos, Lays dan Doritos Tak Lagi Dijual di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)