Rekor! IPO Tahun Ini Terbesar Dalam 44 Tahun

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 13:20 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Meski masih dirundung pandemi COVID-19, minat perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini terbilang cukup besar. Bahkan dari segi nilai penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) mencatatkan rekor terbesar dalam 44 tahun terakhir.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, berdasarkan data terakhir total nilai dari 38 perusahaan yang telah melakukan IPO mencapai Rp 32,14 triliun. Angka itu rekor baru selama pasar modal RI kembali aktif pada 1977.

"Berdasarkan data kami sampai dengan tanggal 16 Sept 2021 telah terkumpul dana sebesar Rp 32,14 triliun dari 38 perusahaan IPO. Nilai tersebut merupakan perolehan dana terbesar yang dihimpun perusahaan melalui IPO sejak Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977," tuturnya, Jumat (17/9/2021).

Nyoman melanjutkan, rekor terakhir dari segi nilai IPO terbesar terjadi pada 2010 dengan total dana yang dihimpun melalui IPO sebesar Rp 29,67 triliun dari 23 perusahaan.

Seperti diketahui tahun ini ada salah satu IPO jumbo yang dilakukan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Dana segar yang dihimpun dari IPO tersebut mencapai Rp 21,9 triliun.

Tak sampai di situ saja, BEI mencatat masih ada 26 perusahaan yang antre melakukan IPO tahun ini. Terdiri dari 4 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp 50 miliar), 7 perusahaan dengan aset skala menengah (Rp 50 miliar-Rp 250 miliar) dan 15 perusahaan aset skala besar (di atas Rp 250 miliar).

(das/eds)