IHSG Babak Belur

ADVERTISEMENT

IHSG Babak Belur

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2021 08:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Ilustrasi IHSGFoto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat (26/11/2021) IHSG terkoreksi 10 poin (0,16%) ke level 6.688.

Pelemahan pun berlanjut. Hingga sesi I berakhir, IHSG anjlok 96 poin (1,44%) ke level 6.603. IHSG turun lebih tajam di sesi II di mana ditutup pada level 6.561, melorot 137 poin atau 2,06%.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi laju IHSG. Sentimen tersebut di antaranya bursa global yang melemah.

"Kejatuhan IHSG hari ini yang cukup dalam -1,4%, dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Sentimen internal berupa koreksi bursa regional Asia yang cukup dalam Nikei -2,5%, Hangseng -2,3%, Strait Times -1,6%. Indeks Dow Futures juga mengalami koreksi -1,2% yang menunjukkan ekspektasi koreksi pada bursa tersebut untuk perdagangannya hari ini," kata Alfred kepada detikcom, Jumat (26/11/2021).

Dari dalam negeri, kata dia, tak banyak sentimen negatif. Beberapa sentimen yang berpengaruh di antaranya adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-undang Cipta Kerja.

"Dari dalam sebenarnya tidak banyak sentimen negatif, beberapa sentimen negatif yang kami lihat seperti putusan MK untuk perbaikan UU Omnibus Law kepada DPR dan pemerintah dan kondisi tersebut menjadi momentum investor (khususnya domestik) untuk melakukan aksi jual," terangnya.

Ia melihat, koreksi ini bersifat sementara hingga akhir bulan. Ia optimistis, IHSG akan bangkit kembali pada Desember dan menghasilkan return positif di kisaran 2-4%.

Menurut analis lainnya ada pengaruh kekhawatiran varian baru COVID-19. Langsung klik halaman berikutnya.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, penurunan IHSG yang terjadi karena pelaku pasar khawatir munculnya varian baru virus Corona yang lebih kuat. Penurunan IHSG sendiri sejalan dengan bursa Asia.

"Penurunan IHSG hari ini pasar khawatir akan virus varian baru yang bisa lebih kuat. Mayoritas bursa Asia juga turun signifikan hari ini," katanya.

Menurutnya, kondisi ini tidak akan lama. Dia mengatakan, tergantung sentimen positif lain muncul."Tergantung nanti sentimen positif kapan munculnya," ujarnya.

Alfred menambahkan inflasi AS menjadi sentimen yang sangat berpengaruh pada pelemahan IHSG hari ini. Inflasi ini akan berhubungan rencana kenaikan suku bunga AS.

"Ya. Inflasi sekarang jadi sangat sensitif karena kondisi persiapan kenaikan suku bunga di tahun depan (pasca tappering)," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi pada bursa Asia. Menurutnya, pelaku pasar mengantisipasi bursa AS.

"Ya seluruh bursa regional Asia dan koreksi pasar saham Asia mengantisipasi koreksi dalam bursa US nanti malam," katanya.

Dia bilang, anjloknya IHSG ini belum berpengaruh terhadap perekonomian secara umum. IHSG sendiri, kata dia, masih mencatat pertumbuhan dari awal tahun.

"Belum lah, posisi IHSG saat ini ytd-nya masih +9,74%. Asing tadi hanya net sell Rp 199 miliar. Untuk transaksi bursa Rp 16,4 triliun dan koreksi -2% masih kecil jadi belum terlihat concern fundamental dari penurunan hari ini," terangnya.



Simak Video "Ini Loh Prinsip Dasar Scalping Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT