Perusahaan Cat Crazy Rich Surabaya Avian IPO, Begini Pergerakan Sahamnya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 10:15 WIB
Dok Pribadi Hermanto Tanoko
Foto: Dok Pribadi Hermanto Tanoko
Jakarta -

PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga Rp 930 per lembar saham. Pada pukul 10.02, harga saham AVIA turun ke Rp 895 per lembar saham.

Penawaran umum perdana saham ini diminati berbagai investor ternama dari investor jangka panjang global, sovereign wealth fund, dan institusi domestik, dan sempat mengalami beberapa kali oversubscription.

Avian Brands merupakan perusahaan milik crazy rich Surabaya Hermanto Tanoko yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes 2020.

"Besaran dan timing IPO kami dimungkinkan dengan kerja keras dari tim OJK, BEI, serta seluruh mitra kami yang terus mendukung kami. Atas nama perusahaan, saya menghargai keterlibatan yang mendalam dan arahan strategis dari komisaris kami sebelumnya, Mr. Choo Koon Po, yang telah bekerja sama dengan manajemen kami untuk dapat meraih status perusahaan cat dekoratif nomor 1 serta membangun kinerja operasional dan keuangan yang terkemuka dalam industri cat," kata Hermanto yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

Setelah IPO, Keluarga Tanoko akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas perseroan dengan porsi kepemilikan 74,7% saham. Dana bersih yang diterima melalui IPO ini akan digunakan untuk dapat terus meningkatkan pertumbuhan profitabilitas dari perseroan dan mempercepat ekspansi bisnis di Indonesia, serta untuk pelunasan beberapa utang.

Perseroan juga bermaksud untuk terus berinvestasi dalam produk-produk yang inovatif guna memperbesar portofolio solusi arsitekturalnya yang luas dengan kesadaran merek yang kuat, yang meliputi Sunguard All-in-One, Supersilk Anti Noda, Avitex, No Drop dan Avian. Selain itu, untuk terus mendukung prospek pertumbuhan dari lini bisnisnya. Avian Brands berencana untuk memulai pembangunan fasilitas manufaktur andalan barunya di Cirebon dengan operasi ditargetkan untuk dapat dimulai pada tahun 2025. Morgan Stanley Asia (Singapura) Pte., UBS AG Singapore

Branch, dan Credit Suisse (Singapore) Limited ("CS") bertindak sebagai Joint Global Coordinators, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Junior Bookrunner dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek domestik.

Konsultan penunjang lainnya termasuk White & Case Pte Ltd. sebagai New York and US Counsel untuk perseroan dan pemegang saham penjual, Witara Cakra Advocates sebagai Indonesian Counsel untuk Perseroan dan pemegang saham penjual, Clifford Chance Pte. Ltd. sebagai New York and US Counsel untuk Joint Bookrunners, Assegaf Hamzah &Partners sebagai Indonesian Counsel untuk Joint Bookrunners dan KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota dari Ernst & Young Global Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada 7.210 karyawan yang senantiasa berinovasi sehingga bisa melayani 52.625 toko bahan bangunan yang telah mendukung kami selama bertahun-tahun. Kami selalu berharap agar hubungan spesial yang telah terbentuk dan kemitraan ini bisa terus berlangsung di masa yang akan datang," kata Presiden Direktur AVIA Wijono Tanoko.

Lihat juga video 'Begini Kalau Pentolan Crazy Rich Surabaya Steven Setiono Kerja':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)