ADVERTISEMENT

Anak Usaha PP Mau Terbitkan Obligasi, Tahap I Rp 500 M

- detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 09:19 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

PP Presisi melakukan aksi korporasi dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan dengan total keseluruhan target dana yang dihimpun sebesar Rp 1 triliun.

Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan I tersebut, PP Presisi akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PP Presisi Tahun 2022 dengan target dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar.

Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut dipaparkan pada saat Public Expose yang diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 30 Mei 2022 secara virtual.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Rully Noviandar, Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal Arif Iswahyudi, Direktur Perencanaan Bisnis & HCM Rebimun, Kepala Divisi Akuntansi & Keuangan Martadion, Joint Lead Underwriter PT BNI Sekuritas diwakili oleh Senior Executive Vice President Nieko Kusuma.

Hadir pula PT BRI Danareksa Sekuritas diwakili oleh Director of Investment Banking Bapak Kevin Praharyawan, PT CIMB Niaga Sekuritas yang diwakili oleh Associate Director Bapak Jerry Dennis dan para Lembaga dan Profesi Penunjang Obligasi.

"Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I sebesar Rp 1 triliun ini akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap. Tahap I PPRE akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022 dengan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar. Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap I ini telah mendapatkan peringkat atau rating idBBB+ (Triple B Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dimana alokasi penggunaan dana akan digunakan sebesar 70% untuk Capex dan 30% digunakan untuk Modal Kerja perusahaan," ujar Rully Noviandar.

"Capex yang akan kami belanjakan melalui dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan produksi maupun penambahan kontrak baru pada proyek-proyek jasa pertambangan. Diversifikasi ke jasa pertambangan merupakan salah satu strategi Perseroan dalam mengantisipasi siklus bisnis konstruksi serta mengoptimalkan produktivitas dari asset alat berat yang dimiliki", tambah Rully.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT