Jumbo! Perusahaan Leasing Ini Terbitkan Surat Utang Rp 1 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 20:44 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Perusahaan leasing PT KB Finansia Multi Finance akan menerbitkan surat utang atau obligasi. Tidak main-main, jumlah nominal dari obligasi yang akan diterbitkan mencapai maksimal Rp 1 triliun.

Perusahaan dengan merek dagang KreditPlus ini menerbitkan telah menggelar Investor Gathering secara Online dalam rangka Penawaran Umum Obligasi I KB Finansia Multi Finance Tahun 2022.

Obligasi yang telah memperoleh peringkat AA+(idn) (Double A Plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia tersebut akan dibagi dalam dua seri yaitu Seri A dan Seri B. Meski jumlah pokok untuk masing‐masing seri berikut suku bunganya belum ditentukan, namun Seri A akan memiliki tenor 370 hari dan Seri B akan memiliki tenor 3 tahun. Obligasi akan ditawarkan dalam satuan pemesanan Rp 5 juta.

Adapun untuk kuponnya sudah ditentukan, untuk Seri A 4,60%-5,10%. Sedangkan utnuk Seri B di kisaran 6,50%-7%.

Suku bunga Obligasi I KB Finansia Multi Finance akan dibayarkan setiap Triwulan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2022, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing‐masing adalah pada tanggal 2 Agustus 2023 untuk Obligasi seri A dan tanggal 22 Juli 2025 untuk Obligasi seri B.

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi tersebut setelah dikurangi dengan biaya‐biaya, dan pengeluaran‐pengeluaran sehubungan dengan Emisi, seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk penyaluran pembiayaan konsumen.

Perseroan tidak melakukan penyisihan dana (sinking fund) untuk Obligasi I KB Finansia Multi Finance dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini. Namun untuk menjamin pembayaran seluruh jumlah utang yang wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi, Perseroan memberikan jaminan kepada Pemegang Obligasi, melalui Wali Amanat, berupa piutang (performing) yang merupakan bagian dari asset Perseroan.

Piutang (performing) yang dijaminkan merupakan piutang yang tidak terdapat keterlambatan dalam pembayaran pokok dan/atau bunga, melewati 90 hari kalender. Sedangkan total nilai piutang (performing) yang akan diikat dalam akta jaminan fidusia adalah sekurang‐kurangnya 20% dari nilai pokok Obligasi pada saat Tanggal Emisi, dan selambat‐lambatnya 5 (lima) bulan sejak Tanggal Emisi Obligasi menjadi sekurang‐kurangnya 60% dari nilai pokok Obligasi.

Yang bertindak menjadi Wali Amanat dalam Penawaran Umum Obligasi I KB Finansia Multi Finance adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sementara yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Berikut periode rencana jadwal Penawaran Umum Obligasi I KB Finansia Multi Finance Tahun 2022:
Tanggal 14‐29 Juni 2022 : Masa Penawaran Awal
Tanggal 14 Juli 2022 : Perkiraan Tanggal Efektif
Tanggal 15‐19 Juli 2022 : Perkiraan Masa Penawaran Umum
Tanggal 20 Juli 2022 : Perkiraan Penjatahan
Tanggal 22 Juli 2022 : Perkiraan Pengembalian Uang Pemesanan
Tanggal 22 Juli 2022 : Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi secara Electronik
Tanggal 25 Juli 2022 : Perkiraan Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia



Simak Video "BPJS Ketenagakerjaan Investasikan Mayoritas Dana JHT ke Surat Utang Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)