ADVERTISEMENT

Penggugat Blue Bird Hingga Kapolda Rp 11 T Bukan Orang Sembarangan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 07:30 WIB
Logo Blue Bird, bluebird, taksi
Penggugat Blue Bird Hingga Kapolda Rp 11 T Bukan Orang Sembarangan/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Blue Bird Tbk digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sebesar Rp 11 triliun. Gugatan ini dilayangkan oleh Elliana Wibowo, salah satu pemegang saham sekaligus ahli waris pendiri Blue Bird.

Selain menggugat Blue Bird, Elliana juga menggugat Kapolda Metro Jaya Fadil Imran serta mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Lantas, siapa sebenarnya sosok Elliana Wibowo?

Elliana Wibowo selaku penggugat Blue Bird diketahui bukanlah orang sembarangan. Mengutip CNBC Indonesia, Selasa (2/8/2022), Elliana merupakan anak dari Alm. Surjo Wibowo, salah satu sosok penting dari perusahaan penyedia layanan taksi tersebut. Selain itu dia juga merupakan saudara kandung dari Komisaris Blue Bird Gunawan Surjo Wibowo.

Dalam dokumen resmi perusahaan disebutkan bahwa perusahaan didirikan pada tahun 1965 oleh Alm. Mutiara Fatimah Djokosoetono dan kedua anaknya yakni Alm. dr. Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro yang merupakan pengendali Blue Bird dan kala IPO menjabat sebagai direktur utama perusahaan.

Keterlibatan ayah dari Elliana dimulai tahun 1970-an ketika Alm. Mutiara Fatimah Djokosoetono, CV Lestiani dan Alm. Surjo Wibowo bersama-sama dengan beberapa mitra bisnisnya mendirikan PT Sewindu Taxi (berganti nama menjadi PT Blue Bird Taxi - "BBT"). CV Lestiani sendiri adalah perusahaan yang didirikan oleh tiga anak Alm Ibu Mutiara, Alm. Chandra, Purnomo, dan Mintarsih A. Latief.

Sekitar awal 1980 sampai dengan awal 2000, beberapa pemegang saham di dalam BBT menjual kepemilikan sahamnya, yang diikuti dengan penjualan saham dari beberapa perusahaan lainnya yang dibeli oleh keluarga dr. Purnomo Prawiro dan Alm dr. Chandra Suharto.

Keretakan dalam tubuh Blue Bird mulai terjadi pada 1990, dengan Mintarsih mulai berkonsentrasi pada perusahaan miliknya Gamnya Taxi. Pada pertengahan 2001 atau setelah setahun sang Ibu meninggal dunia, dr. Mintarsih A. Latief disebut mengundurkan diri atas kehendaknya sendiri dari CV Lestiani.

Sebelumnya Elliana menggugat Blue Bird dan sejumlah pihak lainnya sebesar Rp 11 triliun. Elliana mengaku belum mendapatkan dividen selama 10 tahun dari Blue Bird dan merasa hak-haknya selaku pemegang saham 15,35% dirugikan akibat hal tersebut.

Elliana mengaku dapat kekerasan. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT