ADVERTISEMENT

DPR Cecar Pemerintah, Apa Suntikan Modal Pemerintah Bisa Sehatkan BUMN?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 13:52 WIB
Menjelang pidato kenegaraan pada Jumat (16/8) besok, Gedung kura-kura DPR RI Jakarta, Kamis (15/08), menjadi kinclong dan bersih. Pegawai pun terus menanta dan merapikan didalam maupun diluar Ruang Rapat Paripurna 1. File/detikFoto.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun menyoroti penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Ia mempertanyakan apakah PMN yang dikucurkan tersebut tak mampu menyelesaikan permasalahan yang mendasar pada perusahaan.

Sebagaimana diketahui, Adhi Karya berencana menggunakan PMN untuk proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, Tol Yogyakarta-Bawen dan SPAM Karian-Serpong.

"Apakah Rp 1,9 triliun ini hanya sekadar bisa menyelesaikan proyek itu saja secara tuntas, atau kemudian permasalahan-permasalahan lainnya yang secara fundamental juga dihadapi oleh Adhi Karya karena mendapat penugasan di beberapa proyek infrastruktur yang lain juga bisa terselesaikan," katanya di Komisi XI Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, PMN ini digunakan untuk menekan debt to equity ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas. DER Adhi Karya pada tahun 2021 telah mencapai 6x atau telah melewati batas covenant 3,5x

"Artinya apa, berarti PMN ini disamping untuk mengatasi 3 proyek tadi juga meningkatkan DER-nya artinya di sana dia disuruh utang lagi. Abillity to collection debt untuk mendapatkan utang. Saya ingin tahu Pak, kenapa cara menyelesaikan kita tidak fundamental dan tidak keseluruhan terhadap Adhi Karya ini dan beberapa BUMN," katanya.

Ia pun mengingatkan, PMN yang dikucurkan untuk Adhi Karya ini tidak menyelesaikan masalah seluruhnya dan harus siap dibahas lagi tahun depan. Ia lantas menyindir jika persoalan tak diselesaikan seluruhnya maka sekelas Bill Gates, pendiri Microsoft tak akan menyelesaikan persoalan Adhi Karya.

"Kalau menurut saya Pak, Bill Gates suruh menyelesaikan jadi CEO Adhi Karya ya nggak selesai Pak. Kita cari orang terbaik di Wall Street yang merestruktur apapun suruh jadi dirut belum tentu bisa menyelesaikan," terangnya.

Anggota Komisi XI Fraksi Demokrat Siti Mufattahah menyebut kondisi Adhi Karya hampir sama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, meski tidak terlalu 'berdarah-darah'.

"Kami melihat Adhi Karya hampir sama kondisinya Waskita yang kemarin walaupun tidak terlalu berdarah-darah yang saya istilahkan di sini, blinding-nya dengan DER telah mencapai 6x, sehingga mengakibatkan covernant pinjaman Adhi Karya 3,5x," katanya.

"Sama-sama mengalami kekurangan likuiditas, darahnya terlalu kental kalau bisa diistilahkan di sini," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Adhi Karya mengandalkan PMN atau aksi korporasi lain untuk menghindari utang. Padahal utang ke vendor dan anak usaha semakin besar. Ia pun mempetanyakan rencana rights issue Adhi Karya.

"Bagaimana mitigasi Adhi Karya jika dana yang diraih dalam rights issue tersebut tidak sesuai target?" ujarnya.

Simak juga Video: Erick Soal BBM: Kita Bukan Naikkan Harga, Tapi Pengurangan Subsidi

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT